BERITA TERKINI
Agenda Kunjungan Luar Negeri PM Pakistan Berpotensi Tunda Dialog AS-Iran di Islamabad

Agenda Kunjungan Luar Negeri PM Pakistan Berpotensi Tunda Dialog AS-Iran di Islamabad

ISLAMABAD – Pakistan meningkatkan kesiapan pengamanan dan diplomasi menjelang rencana lanjutan dialog antara Amerika Serikat dan Iran. Namun, jadwal pertemuan tingkat tinggi masih belum pasti dan berpotensi mundur karena agenda kunjungan luar negeri Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif serta Menteri Luar Negeri Ishaq Dar.

Menurut sumber pemerintah Pakistan, persiapan pengamanan telah dimulai sejak Selasa untuk memastikan kelancaran pertemuan lanjutan yang kemungkinan digelar di Islamabad pada akhir pekan ini atau awal pekan depan. Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian negosiasi yang sebelumnya belum menghasilkan kesepakatan.

“Persiapan sudah dimulai kemarin (Selasa), khususnya untuk memastikan pengaturan keamanan yang sempurna,” kata sumber itu, seperti dikutip Anadolu Agency, Kamis (16/04/2026).

Meski demikian, sumber yang sama menilai peluang terlaksananya pertemuan tingkat tinggi dalam waktu dekat relatif kecil. Hal ini karena Sharif dan Dar tengah menjalani kunjungan regional ke Arab Saudi, Qatar, dan Turki hingga Sabtu (18/4). “Oleh karena itu, kemungkinan pertemuan tingkat tinggi minggu ini kecil,” ujarnya.

Di tengah ketidakpastian jadwal, komunikasi pada tingkat lebih rendah antarpejabat kedua negara disebut tetap berpeluang berlangsung sebagai langkah awal sebelum dialog utama digelar. Sumber tersebut juga menyebut lokasi pertemuan dan penginapan delegasi asing direncanakan menggunakan hotel yang sama seperti putaran sebelumnya.

Dari pihak AS, Donald Trump menyatakan optimisme bahwa dialog langsung dengan Iran dapat segera dimulai kembali. “Sesuatu mungkin akan terjadi dalam dua hari ke depan, dan kami lebih cenderung untuk menuju ke sana,” katanya, merujuk pada kemungkinan pembicaraan dengan Iran melalui Pakistan.

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan komitmen negaranya pada jalur damai. “Iran tidak menginginkan perang atau ketidakstabilan dan selalu mendorong dialog serta kerja sama konstruktif dengan negara lain,” ujarnya melalui Telegram. Namun ia menambahkan, “Setiap upaya untuk memaksakan kehendak Iran dan membuatnya menyerah pasti akan gagal. Rakyat Iran tidak akan pernah menerima pendekatan seperti itu.”

Pakistan sebelumnya disebut berperan sebagai mediator dalam konflik antara AS-Israel dan Iran, termasuk membantu tercapainya gencatan senjata dua pekan pada 8 April yang dilaporkan masih berlaku. Konflik yang berlangsung sejak 28 Februari itu dilaporkan telah menewaskan sekitar 3.300 orang di Iran serta memicu gelombang pengungsi dan gangguan pasokan energi di kawasan.

Keberhasilan Islamabad memfasilitasi dialog lanjutan dinilai akan menjadi faktor penting bagi stabilitas kawasan sekaligus membuka peluang tercapainya kesepakatan yang lebih konkret antara pihak-pihak terkait.