Gitaris grup Govinda sekaligus produser musik, Ade Nurulianto, menyatakan keinginannya untuk menyinergikan perluasan jangkauan musik Indonesia ke Malaysia. Menurut Ade, langkah tersebut dinilai strategis karena kedekatan bahasa yang digunakan dalam lirik lagu di kedua negara.
"Kalau masih bisa, lumayan bisa, kita kerjakan ya di Malaysia. Musisi-musisinya Indonesia sudah top semua menurutku, jago-jago, apalagi kawan-kawan musisi sekarang," kata Ade saat ditemui di MyMusic Records, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat.
Ade menilai kesamaan bahasa menjadi salah satu faktor yang dapat mempermudah penerimaan musik Indonesia di Malaysia. Ia juga menyinggung bahwa untuk musisi yang menargetkan pasar internasional yang lebih luas, penggunaan bahasa Inggris kerap menjadi kebutuhan.
"Mungkin kalau yang mau 'go international' juga sekarang kan, kayak Niki (Zefanya) gitu dan lain-lain, banyak juga kan, bahasanya, harus ya, harus bahasa Inggris," ujarnya.
Ade menambahkan, dalam tiga tahun terakhir Govinda telah melakukan promosi album live mereka di Malaysia, seiring lirik lagu yang dinilai dapat dipahami oleh pendengar di negeri jiran. Pada 2024, Govinda juga menggelar konser bertajuk "Hal Hebat" di Kuala Lumpur, Malaysia, dengan membawakan lagu-lagu hits seperti "Hal Hebat" dan "Mantan Terbaik".
Dengan semangat satu rumpun bahasa, album "Govinda Live Studio Session - London 2023" yang direkam di Abbey Road Studios, Inggris, diharapkan dapat semakin memperluas jangkauan pendengar.
Dalam kesempatan yang sama, Ade turut mengumumkan perilisan lagu kolaborasi bersama penyanyi solo Gloria Jessica berjudul "Terbelah Jadi Dua". Lagu tersebut disebut telah tersedia di berbagai platform musik digital mulai 17 April 2026.
Lagu "Terbelah Jadi Dua" menjadi pembuka untuk album bertajuk "Blue" yang menampilkan Ade Govinda dan Gloria Jessica. Proyek album ini juga melibatkan Barsena Bestandhi sebagai produser vokal, selain Ade sendiri.
Sementara itu, video musik lagu tersebut disutradarai oleh Bagoes Tresna dan diperankan oleh Yasamin Jasem, Daffa Saputra, Shalima Hakim, serta Handry Hartantio. Video musiknya dapat disaksikan melalui kanal YouTube Ade Nurulianto.