BERITA TERKINI
14 Film dan Serial TV tentang Bertahan Hidup di Alam Liar, dari “Yellowjackets” hingga “The Edge”

14 Film dan Serial TV tentang Bertahan Hidup di Alam Liar, dari “Yellowjackets” hingga “The Edge”

Kisah bertahan hidup di alam liar menjadi tema yang terus menarik perhatian penonton. Latar yang digunakan beragam, mulai dari pulau terpencil, hutan belantara, gurun, hingga tundra Arktik. Genre ini juga bukan hal baru—film Five Came Back (1939) kerap disebut sebagai salah satu contoh awal cerita bertema survival.

Dalam konteks ini, alam liar digambarkan sebagai kawasan yang tidak dihuni manusia, sehingga para tokoh harus menghadapi situasi ekstrem tanpa dukungan komunitas. Berikut 14 film dan serial yang menampilkan perjuangan manusia bertahan hidup, lengkap dengan konflik fisik maupun psikologis yang menyertainya.

1. Yellowjackets (2021)
Serial Yellowjackets mengikuti tim sepak bola putri SMA yang mengalami kecelakaan pesawat pada 1996 ketika menuju kejuaraan nasional. Cerita disajikan lewat alur maju-mundur, memadukan masa kini dengan kilas balik, termasuk kenangan masa kecil para tokoh. Empat karakter utama yang menjadi sorotan adalah Shauna, Natalie, Taissa, dan Misty, masing-masing diperankan oleh aktor berbeda untuk versi remaja dan dewasa. Sejumlah pelatih dan anggota tim tewas dalam kecelakaan, sementara para penyintas harus mencari cara bertahan di hutan yang tak terjamah, diwarnai trauma dan kanibalisme.

2. Cast Away (2000)
Cast Away menampilkan Tom Hanks sebagai Chuck Noland, eksekutif FedEx yang selamat dari kecelakaan pesawat dan terdampar di pulau terpencil di Pasifik Selatan. Chuck bertahan hidup menggunakan perlengkapan keselamatan yang tersisa dan menjalani isolasi selama empat tahun. Dalam kesendiriannya, ia menjadikan bola voli bernama Wilson sebagai teman bicara. Chuck akhirnya melarikan diri dengan rakit buatannya dan diselamatkan kapal kargo, tetapi kehidupan yang ditinggalkannya telah berubah, termasuk hubungan dengan kekasihnya, Kelly Frears. Peran Hanks membawanya pada berbagai nominasi penghargaan dan kemenangan Golden Globe.

3. Alive (1993)
Berangkat dari kisah nyata jatuhnya Penerbangan Angkatan Udara Uruguay 571 pada 1972, Alive diadaptasi dari buku Alive: The Story of the Andes Survivors (1974) karya Piers Paul Read. Film ini mengisahkan tim rugbi Uruguay yang pesawatnya jatuh di Pegunungan Andes. Para penyintas terjebak selama berbulan-bulan dalam kondisi ekstrem; dari total korban, 29 orang meninggal dan 16 bertahan hidup. Salah satu keputusan paling kontroversial demi bertahan adalah memakan jasad korban yang telah meninggal. Tokoh Nando Parrado (diperankan Ethan Hawke) digambarkan kehilangan ibu dan saudara perempuannya. Pada akhirnya, pertolongan datang setelah Nando dan Roberto Canessa turun dari pegunungan untuk mencari bantuan, yang kemudian berujung pada evakuasi helikopter.

4. Gilligan's Island (1964)
Serial klasik Gilligan's Island tayang selama tiga musim pada 1964–1967 dan melahirkan berbagai turunan, termasuk film televisi dan adaptasi lain. Ceritanya tentang sekelompok orang yang terdampar di pulau terpencil di Pasifik setelah kapal SS Minnow dihantam badai. Ada dua awak kapal—Gilligan dan sang kapten “The Skipper”—serta lima penumpang dengan latar berbeda, termasuk jutawan dan istrinya, bintang film, gadis petani, dan profesor. Meski bertema survival, serial ini dikemas ringan dan komedik.

5. The Blue Lagoon (1980)
The Blue Lagoon menampilkan Brooke Shields dan Christopher Atkins sebagai sepupu Emmeline Lestrange dan Richard yang selamat dari kapal karam bersama juru masak kapal, Paddy Button, yang kemudian meninggal. Emmeline dan Richard terdampar dan hidup di pulau itu selama bertahun-tahun. Film ini menuai kritik terhadap peran Brooke Shields, namun juga menjadi salah satu film yang paling banyak dibicarakan dan mendapat nominasi Oscar untuk Sinematografi Terbaik pada 1980.

6. 127 Hours (2010)
Berbeda dari banyak cerita survival yang berawal dari kecelakaan pesawat atau kapal, 127 Hours berpusat pada Aron Ralston (James Franco) yang terjebak di celah ngarai selama 127 jam saat mendaki. Film ini terinspirasi kejadian nyata pada 2003 dan diadaptasi dari buku Between a Rock and a Hard Place (2004) karya Aron Lee Ralston. Ralston mendaki di Bluejohn Canyon, Taman Nasional Canyonlands, tanpa memberi tahu siapa pun. Batu besar menimpa lengan kanannya hingga ia terjebak. Ia menghemat makanan dan air, mendokumentasikan kondisinya dengan camcorder, hingga pada puncak cerita ia mematahkan dan mengamputasi lengannya sendiri untuk bisa mencari pertolongan. Film ini meraih enam nominasi Academy Award, termasuk Film Terbaik dan Aktor Terbaik untuk James Franco.

7. Lost (2004)
Serial Lost menggabungkan drama dan fiksi ilmiah dalam kisah para penyintas kecelakaan pesawat Oceanic Flight 815. Serial ini berjalan selama enam musim dan meraih berbagai penghargaan, termasuk Primetime Emmy untuk Serial Drama Luar Biasa (2005) dan Golden Globes 2006 untuk Serial Televisi Dramatis Terbaik. Cerita menyoroti 14 karakter utama, termasuk Jack Shephard, Kate Austen, dan James Ford, serta menampilkan kilas balik kehidupan mereka sebelum kecelakaan.

8. Survivor (2000)
Acara realitas Survivor telah berjalan lebih dari 40 musim sejak tayang pada Mei 2000. Lokasi syutingnya berpindah-pindah lintas benua, dan sejak musim ke-33 dilakukan di Fiji. Para kontestan ditantang bertahan hidup di alam liar sembari berkompetisi. Dalam laporan Men's Health (2020) yang dikutip dalam materi, disebutkan kontestan hanya dijatah sekitar satu gelas kecil nasi per hari, sehingga mereka harus mencari sumber makanan lain seperti kelapa, ikan, kepiting, ayam, babi hutan, hingga tikus. Mereka juga dituntut membangun tempat berlindung, membuat api, dan menjalani rutinitas sederhana seperti membuat sikat gigi dari bambu dan mandi air asin.

9. The Wilds (2020)
Serial The Wilds mengikuti sekelompok remaja perempuan yang terdampar di pulau tak berpenghuni akibat kecelakaan pesawat. Di antara mereka ada Fatin Jadmani, Rachel Reid, Shelby Goodkind, dan enam lainnya yang awalnya tidak saling mengenal. Seiring bertahan hidup, mereka juga belajar memahami satu sama lain. Namun, cerita berkembang ketika terungkap bahwa mereka tanpa sadar menjadi bagian dari eksperimen sosial yang diatur oleh Gretchen Klein, penyelenggara retret Dawn of Eve. Seperti Yellowjackets dan Lost, serial ini juga menggunakan alur lintas waktu.

10. The Grey (2011)
Dalam The Grey, Liam Neeson memerankan John Ottway, seorang sniper yang bertugas melindungi pekerja pengebor minyak dari serigala liar di Alaska. Ketika pesawat yang mereka tumpangi mengalami turbulensi dan malfungsi, para penyintas harus bertahan di alam Alaska yang dingin sekaligus menghadapi ancaman gerombolan serigala abu-abu Kanada. Konflik juga muncul dari pertikaian di antara para penyintas dalam upaya mencari jalan keluar menuju tempat yang aman.

11. Into the Wild (2007)
Film petualangan biografi ini diadaptasi dari buku karya Jon Krakauer dan disutradarai sekaligus diproduseri Sean Penn. Emile Hirsch memerankan Chris McCandless, yang dalam film disebut Alexander Supertramp. Ia memilih meninggalkan kehidupan modern dan hidup terisolasi di alam liar Alaska, tinggal di bus terbengkalai. Melalui kilas balik, film menunjukkan dorongan keluarga agar ia mengejar karier, yang justru ia tolak. Ia menyumbangkan tabungannya, membuang identitas dan kartu kredit, lalu menjalani perjalanan panjang—termasuk kehilangan mobil karena banjir bandang, menumpang kendaraan orang lain, menggunakan kayak, dan kereta barang. Di perjalanan, ia bertemu sejumlah orang, termasuk veteran Ron Franz dan Tracy Tatro. Pada akhir cerita, film menegaskan bahwa hidup di alam tidak semudah bayangan; Supertramp meninggal setelah memakan makanan beracun dan meninggalkan buku hariannya.

12. Lord of the Flies (1963)
Film ini merupakan adaptasi dari novel terkenal karya William Golding (1954). Ceritanya tentang sekelompok anak sekolah yang dievakuasi dari zona perang, namun pesawat mereka ditembak jatuh dan mereka terdampar di pulau terpencil tanpa satu pun orang dewasa yang selamat. Ralph dan Piggy mengumpulkan anak-anak, membentuk kepemimpinan, membuat api, tempat berteduh, dan aturan. Namun situasi memburuk, kekerasan meningkat, dan kelompok terpecah. Mereka akhirnya diselamatkan, meski tidak semua berhasil selamat.

13. Swiss Family Robinson (1960)
Diadaptasi dari novel tahun 1812 karya Johann David Wyss, versi film 1960 kerap dianggap lebih baik dibanding adaptasi 1940. Kisahnya tentang keluarga Robinson asal Swiss yang terdampar di pulau terpencil setelah kapal mereka diserang bajak laut, diterjang badai, dan ditinggalkan awak kapal. Sang ayah, ibu, dan tiga anak membangun rumah pohon untuk berlindung dari hewan buas seperti harimau. Mereka juga menolong Roberta, seorang gadis yang selamat dari serangan bajak laut. Saat kakek Roberta datang untuk menyelamatkannya, empat dari lima anggota keluarga Robinson bersama Roberta memilih tetap tinggal di pulau.

14. The Edge (1997)
Ditulis oleh David Mamet, The Edge menempatkan Alaska sebagai latar utama. Anthony Hopkins memerankan Charles Morse, miliarder yang berada di penginapan terpencil bersama istrinya Mickey, fotografer Bob Green, dan asisten Bob Stephen. Ketika pesawat mereka menabrak sekawanan burung dan jatuh ke laut, pilot tewas dan para penyintas berenang ke daratan. Mereka berusaha bertahan, membuat api unggun, lalu merencanakan perjalanan ke selatan dengan bantuan kompas milik Charles. Namun situasi memburuk ketika Bob Stephen terluka oleh tombak pancing, darahnya menarik seekor beruang, dan ia tewas diterkam. Konflik juga memanas akibat perseteruan Charles dan Bob, terkait perselingkuhan Bob dengan Mickey serta rencana membunuh Charles.

Beragam cerita di atas menegaskan satu benang merah: dorongan untuk bertahan hidup dapat membawa manusia pada keputusan-keputusan yang tidak terbayangkan dalam situasi normal. Dalam film dan serial bertema survival, ancaman alam sering kali berjalan beriringan dengan konflik batin, relasi antarmanusia, dan batas moral yang diuji.