Semarang — Sebanyak 13 bilah demung gamelan milik Universitas Negeri Semarang (Unnes) dilaporkan hilang dari Laboratorium Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni (FBS). Peristiwa tersebut disebut terjadi pada siang hari dan terduga pelaku terekam kamera pengawas (CCTV).
Informasi kehilangan itu ramai diperbincangkan setelah diunggah akun Instagram @sigid_ariyanto. Dalam unggahannya, Sigid Ariyanto—mahasiswa S2 Unnes sekaligus dalang asal Rembang—menyebut kabar hilangnya wilahan demung gamelan Gambang Semarang milik Unnes saat perhatian banyak pihak tertuju pada acara pengukuhan profesor di auditorium kampus.
Humas Unnes, Rahmat Petuguran, membenarkan adanya kasus tersebut. Ia mengatakan 13 bilah demung yang hilang sebelumnya disimpan di Gedung B7, Laboratorium Seni Musik FBS Unnes. Menurutnya, kehilangan itu pertama kali diketahui oleh seorang laboran.
Pihak kampus menyatakan akan melaporkan peristiwa itu kepada pihak berwajib.
Wakil Dekan II FBS Unnes, Burhanuddin, menjelaskan demung itu diketahui hilang saat akan digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Dari pemeriksaan rekaman CCTV, terduga pelaku terlihat beraksi di Gedung B7 pada Jumat (17/4) sekitar pukul 12.20 WIB.
Burhanuddin menyebut, temuan awal bermula saat mahasiswa dan dosen mendapati alat yang akan dipakai perkuliahan tidak ada. Ia mengatakan ada bilah demung yang diambil seluruhnya dan ada yang diambil sebagian, dengan total 13 bilah hilang.
Setelah dosen pengajar melaporkan kejadian tersebut kepada Koordinator Program Studi, pihak prodi kemudian melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara. Dari hasil pemeriksaan, pihak fakultas menduga pencurian terjadi pada hari Jumat ketika sebagian orang menjalankan salat Jumat.
Burhanuddin juga menyampaikan bahwa pada pengecekan di lokasi lain, yakni gedung gamelan di B8, tidak ditemukan kehilangan karena peralatan masih lengkap. Ia menambahkan, suasana perkuliahan saat itu cukup ramai dengan lalu lalang orang, sehingga keberadaan terduga pelaku diduga tidak menimbulkan kecurigaan. Setelah ditelusuri, pihak kampus menduga orang yang terekam CCTV bukan mahasiswa.