Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang (UIN IB) memeriahkan kegiatan yudisium dengan arak-arakan yang diiringi musik. Kegiatan tersebut berlangsung di Lingkaran Helikopter pada Rabu (15/4).
Mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), Ilham Nurdin, mengatakan penampilan musik dalam rangkaian yudisium bukan hal baru. Menurutnya, kegiatan itu sudah dilaksanakan untuk ketiga kalinya sejak 2023 sebagai bentuk penghargaan bagi kakak tingkat.
Ilham menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk apresiasi bagi mahasiswa AFI yang jumlahnya relatif sedikit di FUSA. Karena itu, tradisi ini disebutnya selalu dilakukan setiap yudisium.
Terkait partisipasi, Ilham menyebut sebagian besar mahasiswa laki-laki AFI ikut terlibat. Sementara keterlibatan mahasiswa perempuan masih terbatas. Ia juga menjelaskan tidak semua mahasiswa menjadi pemain musik karena jumlah personel disesuaikan dengan kebutuhan alat yang digunakan, dengan sekitar tiga hingga empat orang mengisi bagian bass, drum, dan instrumen lainnya.
Sementara itu, mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Ahmad Maulana, menyampaikan bahwa arak-arakan dalam yudisium telah menjadi tradisi tahunan di program studinya. Ia menyebut setiap tahun wisudawan di jurusan IAT memiliki konsep untuk mengadakan arak-arakan.
Maulana mengatakan, iringan musik dalam kegiatan tersebut melibatkan cukup banyak mahasiswa, baik sebagai panitia maupun pemain. Ia memperkirakan jumlah personel yang terlibat dalam kepanitiaan musik mencapai lebih dari 25 orang.
Untuk persiapan, Maulana menjelaskan latihan dilakukan dalam waktu singkat, yakni selama dua hari: sehari sebelum pelaksanaan dan pada hari H. Ia menambahkan, selama proses persiapan tidak ada kendala berarti, termasuk dalam konsep maupun koordinasi dengan panitia yudisium.
Maulana juga menyebut alat musik yang digunakan berasal dari pihak luar yang bersedia meminjamkan peralatan. Menurutnya, alat tersebut dipinjam dari seorang teman narasumber yang merupakan suporter Semen Padang.
Ia berharap tradisi arak-arakan dan musik dalam yudisium dapat terus dilestarikan oleh generasi mahasiswa berikutnya. Menurutnya, kegiatan semacam ini diharapkan menghadirkan warna lain karena selama ini FUSA lebih dikenal dengan hal-hal yang berbau agama.