BERITA TERKINI
Workshop Terapi Musik Digelar di GKT Hosana Surabaya saat World Music Therapy Week

Workshop Terapi Musik Digelar di GKT Hosana Surabaya saat World Music Therapy Week

SURABAYA—Indonesian Music Theraphy Association (InaMTA) menggelar workshop terapi musik di Gereja Kristus Tuhan Jemaat Hosana (GKT Hosana), Surabaya, Selasa, 14 April 2026. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan peringatan World Music Therapy Week yang berlangsung secara global pada 10–15 April 2026.

Dalam kegiatan tersebut, puluhan peserta hadir secara langsung (on site) dan mengikuti rangkaian edukasi mengenai terapi musik. Peserta juga menyaksikan permainan piano yang disajikan di sela workshop dan seminar.

Sesi awal diisi materi dari Lestika Madina Hasibuan bertajuk Memahami Musik dan Kesejahteraan Anak melalui Perspektif Psikologi Musik. Lestika menjelaskan bahwa terapi musik dapat diterapkan dalam berbagai setting.

“Dalam praktiknya, terapi musik bisa dilakukan di berbagai setting. Selain di sekolah berkebutuhan khusus, bisa juga dilakukan untuk pasien yang ada di rumah sakit,” ujar Lestika kepada peserta yang mengikuti secara daring melalui Zoom maupun yang hadir langsung.

Pada sesi kedua, peserta mendapatkan pemaparan edukasi dari pembicara profesional di bidang terapi musik, yakni Vivian Chan, Kenneth Aigen, dan Kezia K. Putri. Vivian Chan yang menjabat sebagai president of the World Federation of Music Therapy (WFMT) menyampaikan bahwa kegiatan di Surabaya ini berlangsung pada World Music Therapy Week.

“Acara hari ini jatuh pada World Music Therapy Week. Peringatan itu secara global diselenggarakan pada 10-15 April 2026,” kata Vivian.

Menurut Vivian, peringatan tersebut bertujuan mendorong kesadaran, advokasi, serta berbagi pengetahuan tentang terapi musik di berbagai negara melalui panduan dan kompetisi global. “Termasuk juga acara seperti ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, World Music Therapy Week diharapkan mendorong masyarakat untuk saling berbagi pengetahuan terkait terapi musik di seluruh dunia.

Workshop di GKT Hosana mengusung tema Dari Masa Kanak-kanak hingga Remaja. Kehadiran terapis, pendidik, keluarga, dan sahabat dekat dalam perayaan itu disebut membuat kegiatan menjadi lebih bermakna.