BERITA TERKINI
Budaya “Jedag-jedug” Mengubah Cara Orang Menikmati Musik di Era Video Pendek

Budaya “Jedag-jedug” Mengubah Cara Orang Menikmati Musik di Era Video Pendek

Dulu, musik kerap dinikmati dengan cara sederhana: duduk diam, memakai earphone, lalu mendengarkan lagu dari awal hingga selesai. Namun, pola itu kini banyak bergeser seiring kebiasaan baru di ruang digital.

Hari ini, musik lebih sering hadir dalam potongan singkat sekitar 15 detik. Ia mengiringi transisi outfit, video liburan, joget singkat, atau menjadi efek untuk memperkuat suasana dalam unggahan media sosial. Lagu tidak lagi selalu dinikmati sebagai karya utuh, melainkan bergerak cepat: dipotong, dipercepat, di-remix, lalu dipakai sebagai “sound” yang mengikuti kebutuhan algoritma.

Di ruang digital, perubahan itu dikenal lewat budaya “jedag-jedug”. Fenomena yang tampak sederhana ini disebut ikut mengubah cara generasi saat ini memahami dan berinteraksi dengan musik.

Perkembangan platform video pendek seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts membentuk pola konsumsi media yang serba cepat. Konten dituntut singkat, menarik dalam hitungan detik, dan mampu mempertahankan perhatian pengguna yang terus menggulir layar.

Dalam konteks tersebut, fungsi musik ikut bertransformasi. Lagu tidak hanya menjadi medium ekspresi artistik, tetapi juga alat untuk meningkatkan jangkauan konten. DataReportal mencatat pengguna internet global menghabiskan rata-rata lebih dari dua jam per hari di media sosial. Sementara itu, laporan IFPI menyebut platform video pendek kini menjadi salah satu medium utama penemuan musik baru bagi generasi muda.

Dampaknya, banyak lagu menjadi populer bukan karena didengarkan secara penuh, melainkan karena potongan tertentu yang viral. Bagian yang paling “menarik”—sering kali reff pendek, beat cepat, atau lirik yang mudah diingat—menjadi pusat perhatian.

Fenomena ini membuat sejumlah lagu yang panjang dan kompleks pada akhirnya hanya dikenal dari satu cuplikan. Pengalaman mendengarkan pun berubah: pendengar tidak selalu mengetahui keseluruhan cerita atau pesan lagu, tetapi cukup mengenali bagian yang ramai digunakan dan beredar di media sosial.