MALANG – Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib menekankan pentingnya ruang pemulihan bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak. Menurutnya, perlindungan tidak cukup berhenti pada upaya pencegahan, tetapi juga harus memastikan korban mendapatkan dukungan untuk pulih.
Penegasan tersebut disampaikan Lathifah saat menjadi narasumber dalam talkshow bertajuk “Pelukan Kartini: Ruang Pulih bagi Perempuan dan Anak” di Cafe Bunker Gedong Ijen, Kota Malang, Senin (20/4/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka peringatan Hari Kartini.
“Sering kali yang terabaikan bukan hanya pencegahan, tetapi bagaimana kita memulihkan mereka yang telah terluka. Ruang pulih merupakan wujud nyata kepedulian,” ujar Lathifah.
Ia menjelaskan, ruang pemulihan dibutuhkan sebagai tempat bagi korban untuk membangun kembali kepercayaan diri, menemukan kekuatan, dan melanjutkan kehidupan dengan lebih baik. Lathifah menilai pendekatan pemulihan semacam ini masih belum banyak mendapat perhatian serius di berbagai daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Lathifah mengajak masyarakat memaknai Hari Kartini secara lebih kontekstual. Ia menyebut perjuangan Kartini tidak hanya tentang emansipasi, melainkan juga keberanian perempuan untuk bersuara dan keluar dari ketidakadilan.
“Kartini telah mengajarkan bahwa suara perempuan adalah secercah cahaya yang mampu menerangi ruang-ruang gelap ketidakadilan,” katanya.
Lathifah juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Malang untuk memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak melalui sinergi lintas sektor. Upaya tersebut mencakup peningkatan layanan, edukasi masyarakat, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.
Meski demikian, ia mengakui langkah perlindungan dan pemulihan tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah. Peran keluarga, komunitas, hingga individu dinilai penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan suportif.
“Ke depan, mari kita jadikan momentum ini sebagai pengingat bahwa setiap dari kita memiliki peran. Menjadi pendengar yang empatik, menjadi pelindung yang hadir, dan menjadi bagian dari solusi,” pungkasnya.
Talkshow tersebut turut dihadiri sejumlah perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Malang, sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat perlindungan sosial di daerah.