Komposer Vo Thien Thanh baru-baru ini merilis kumpulan esai berjudul Suatu Hari Aku Tiba-tiba Teringat yang diterbitkan oleh Phanbook & Dan Tri Publishing House. Peluncuran buku ini mempertemukan pecinta musik dengan sejumlah tamu, di antaranya penyanyi My Le dan Hong Hanh.
Vo Thien Thanh menjelaskan, lahirnya buku tersebut terjadi di luar rencana. Setelah bertahun-tahun menjauh dari media sosial, ia kembali aktif di Facebook pada 2023 untuk membagikan perasaan dan pemikirannya tentang kehidupan serta musik. Ia menilai, akan disayangkan jika seniman bersikap acuh terhadap masyarakat dan publik. Dari unggahan-unggahan itu, penulis Nguyen Vinh Nguyen kemudian menghubunginya, mengusulkan pertemuan, lalu membantu menyusun, menyunting, dan mengubah esai-esai tersebut menjadi sebuah buku.
Buku ini dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama, Direkam bersama musik, berisi kenangan perjalanan kariernya bersama banyak generasi penyanyi dan penulis lagu, dari Quoc Dung, The Hien, Ta Minh Tam hingga Duc Tri, Nguyen Thao, Ha Anh Tuan, My Tam, Doan Trang, grup MTV, serta grup vokal latar Cadillac. Bagian kedua, Sebuah Jalan-jalan, memuat refleksi tentang musik sebagai “penyelamat” dalam kehidupan sehari-hari, dari sudut pandang seorang komposer yang berhadapan dengan tekanan masyarakat berteknologi maju.
Menurut Vo Thien Thanh, kepekaan menjadi salah satu “keberuntungan” seniman. Hal-hal sederhana seperti melihat lansia berlatih Tai Chi di taman atau petugas kebersihan di gang kecil bisa memunculkan emosi secara langsung. Ia menilai, musik kadang tidak memiliki cukup ruang untuk menyampaikan seluruh emosi tersebut, sehingga esai-esai itu menjadi semacam catatan harian yang merekam perasaan mentah, yang kelak dapat dipoles menjadi lagu.
Dalam acara peluncuran, Vo Thien Thanh bersama rekan pembawa acara yang telah bekerja dengannya selama beberapa dekade, MC Minh Duc, turut membagikan cerita di balik layar. Salah satunya, MC Minh Duc menuturkan kisah ketika Doan Trang menyanyikan lagu “When I Was 20”. Istri Vo Thien Thanh sempat bergurau, mengingat masa ketika sang musisi datang ke rumahnya “tidak membawa apa-apa”, tetapi kini menulis lagu tentang kue dan buah, sementara dirinya “tidak mendapat satu pun permen”.
Vo Thien Thanh juga menyampaikan apresiasinya terhadap lingkungan Konservatorium Musik Kota Ho Chi Minh. Di tempat itulah ia mendapat pelatihan formal harmoni dan untuk pertama kali mendengarkan simfoni klasik, yang membuatnya takjub pada apa yang bisa diciptakan manusia. Ia menambahkan, putrinya kini belajar piano di konservatorium yang sama.
Penyanyi My Le, yang hadir dalam acara tersebut, menyebut Vo Thien Thanh sebagai pelopor penggunaan musik elektronik, perangkat lunak komputer, dan sampel teknologi mutakhir di Vietnam pada masa ketika gaya itu masih asing. Ia mencontohkan lagu “Tron Chay” dalam albumnya, yang memadukan rap, elemen elektronik, serta rapper tamu Nam Khanh dari grup AC&M. My Le mengatakan, penyanyi Tung Duong bahkan pernah menghubunginya setelah mendengarkan album itu dan menyatakan ingin menyanyikan “Tron Chay” karena menganggapnya sangat bagus.
My Le juga menyinggung soal proses kreatif yang panjang dalam kerja kolaborasi, termasuk kisah album Nguyen Thao berjudul The Smile yang disebut menempuh perjalanan 16 tahun. Proyek itu bermula dari buku Dialog dengan Tuhan yang diberikan ibu Nguyen Thao, lalu menginspirasi sebuah proyek musik. Namun prosesnya berlangsung lama, melewati banyak dinamika, dan disebut menjadi ujian pemahaman tentang makna kehidupan.
Dalam buku tersebut, Vo Thien Thanh turut menceritakan pengaruh musik yang membentuk dirinya: dari karya Pham Duy, Trinh Cong Son, Ngo Thuy Mien, dan Van Cao sejak muda; lalu meluas ke simfoni klasik Eropa setelah masuk konservatorium; berlanjut ke pop rock Amerika era 1980-an dan 90-an yang ia sebut sebagai periode terindah musik dunia; hingga hip hop, rap, dan banyak genre lain tanpa mengikuti formula tertentu. Ia menggambarkan semua musik yang didengarkan akan “mengental” menjadi gaya unik, seperti hujan yang perlahan namun terus meresap ke tanah. Baginya, musik klasik merupakan sumber fundamental yang dapat membimbing jiwa untuk menyelami profesi, apa pun genrenya.
Vo Thien Thanh juga menekankan pentingnya ketepatan not dalam sebuah lagu. Ia menyinggung “Mimpi Musim Gugur” sebagai contoh: menurutnya, satu not yang salah dalam tangga nada harmonik dapat mengurangi efektivitas lagu hingga 50% karena not itu menentukan warna khasnya. Ia mengutip penilaian Seniman Rakyat Ta Minh Tam yang menyatakan rekaman versi penulis adalah yang menyanyikan not tersebut paling akurat, meski banyak pendengar sudah akrab dengan versi Le Quyen yang disebut sumbang.
Terkait pertanyaan mengapa sejumlah penyanyi belum diakui sebagai diva, Vo Thien Thanh menyebut adanya kekurangan umum pada Nguyen Thao, Khanh Linh, Uyen Linh, dan Hoang Quyen. Ia menilai mereka memiliki harapan menjadi generasi diva baru, tetapi belum mencapai level itu karena kurang ketekunan. “Pada saat bersinar, mereka luar biasa. Tetapi mereka tidak menyadari kecemerlangan mereka dan ‘melompat’ ke hal lain, beralih ke jalan yang berbeda bahkan sebelum membentuk fondasi yang kokoh,” ujarnya.
Di sisi lain, Vo Thien Thanh dan grup MTV disebut antusias berkolaborasi dengan pendatang baru dari Gen Z. Pada 16 Juli, Vo Viet Phuong merilis video musik keduanya berjudul “Happy Birthday” dari EP Sing with Me, sebuah kolaborasi dengan grup MTV dan Vo Thien Thanh.