Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pusat Riset Mahasiswa (Prisma) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kegiatan Bedah Karya Opini di Ruang Kelas FIS III 104, Sabtu (13/5).
Kegiatan ini menghadirkan Ketua Umum UKM Prisma, Berkat Exsaudi Sihombing, sebagai pemateri. Dalam sesi tersebut, peserta membedah karya berjudul “Remisi Tahanan Koruptor: Antara Memberi Efek Jera atau Semakin Merajalela”.
Berkat menjelaskan bahwa opini merupakan salah satu bentuk esai populer. Menurutnya, opini adalah tulisan dengan bahasa sendiri yang mengupas isu tertentu disertai kritik maupun saran. Ia juga memaparkan struktur penulisan opini, mulai dari pendahuluan sebagai pengantar, latar masalah yang berisi fakta dan dampak, bagian isi yang memuat kasus atau fenomena, hingga penutup yang berisi kritik dan saran.
Ia menekankan pentingnya menjaga tulisan agar tidak bersifat menjatuhkan. “Jadi di samping kritik juga ada saran, jangan sampai membuat tulisan yang sifatnya menjatuhkan,” ujarnya.
Dalam proses menulis opini, Berkat menyarankan penulis untuk banyak membaca referensi, membiasakan menulis dengan bahasa sendiri, serta menggunakan bahasa yang mudah dipahami pembaca.
Menutup pemaparannya, ia berpesan agar penulis berupaya mengkaji fenomena dari sudut pandang diri sendiri. Dengan demikian, karya opini yang dibuat tidak mudah diintervensi pihak lain.

