Film Pangku, yang menjadi debut penyutradaraan aktor Reza Rahadian, menarik perhatian di Busan International Film Festival (BIFF) 2025. Antusiasme penonton terlihat dari tiket tiga sesi pemutaran yang dilaporkan telah terjual habis dari total empat sesi penayangan yang tersedia selama festival.
Di BIFF 2025, film produksi Gambar Gerak tersebut juga akan berkompetisi di segmen Vision, program yang kerap menjadi barometer film independen inovatif dari Asia dan Korea. Produser Arya Ibrahim menyebut sambutan di Busan menjadi sinyal positif bagi perjalanan film tersebut.
“Kami merasa bangga karena film Pangku mendapat sambutan yang meriah dan hangat di Busan. Hal ini bisa dilihat dari sudah terjual habis tiket Pangku di tiga sesi penayangan, dari total empat sesi penayangan yang tersedia selama festival,” ujar Arya.
Adapun pemutaran perdana (world premiere) Pangku dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 20 September 2025 di Lotte Cinema Centum City 5, Busan. Film ini kemudian akan diputar kembali dalam beberapa sesi lanjutan pada 21 hingga 25 September 2025.
Arya berharap kehadiran Pangku di BIFF dapat menjadi langkah awal yang baik bagi karya perdana Reza sebagai sutradara. Ia juga menekankan harapan agar capaian ini membawa kebanggaan bagi dunia perfilman Indonesia.
Sementara itu, Reza Rahadian menyampaikan kegembiraannya dapat kembali hadir di BIFF. Menurutnya, kesempatan merayakan sinema Asia bersama sineas dari berbagai negara selalu menjadi pengalaman yang unik dan berharga. Tahun ini, BIFF ke-30 terasa lebih istimewa baginya karena ia datang sebagai sutradara, bukan sebagai pemain, dan film yang digarapnya berhasil menembus program kompetisi Vision.
Reza berharap filmnya dapat diapresiasi penonton Korea maupun audiens global lain yang menyaksikan di festival. Ia menyebut Pangku membawa nilai universal tentang perjuangan seorang ibu untuk anaknya, dengan perspektif Indonesia.
“Nilai universal yang dibawa film Pangku bagi saya akan beresonansi dengan penonton global, tentang perjuangan seorang ibu untuk anaknya,” kata Reza.
Reza juga mengatakan ia hadir di Busan bersama produser Arya Ibrahim serta sejumlah pemain film, di antaranya Claresta Taufan, Fedi Nuril, dan Devano Danendra.
Pangku mengisahkan perjalanan Sartika (Claresta Taufan), perempuan muda yang tengah mengandung dan harus berjuang keras untuk bertahan hidup. Sartika meninggalkan kampung halamannya demi memberikan masa depan yang lebih baik bagi anaknya.
Dalam perjalanannya, Sartika bertemu Maya (Christine Hakim), pemilik kedai kopi di kawasan Pantura. Maya menolong Sartika saat melahirkan, lalu mengajaknya bekerja menyuguhkan kopi dengan cara yang tidak biasa, yakni sambil dipangku.
Cerita berlanjut ketika Sartika bertemu Hadi (Fedi Nuril), seorang sopir truk distributor ikan. Pertemuan itu menumbuhkan benih cinta, namun memunculkan pertanyaan apakah Sartika akhirnya dapat meraih kebahagiaan yang ia dambakan.
Sebelum tampil di BIFF 2025, proyek Pangku telah melalui proses pengembangan panjang dan meraih sejumlah pencapaian. Pada 2024, proyek ini memenangkan White Light Post-Production Award di JAFF Future Project (JFP), lalu terpilih untuk dipresentasikan dalam Hong Kong – Asia Film Financing Forum ke-23 (HAF23).
Perjalanan berikutnya berlanjut saat Pangku masuk sebagai salah satu dari lima proyek film pemenang HAF Goes to Cannes Program, yang membawanya tampil di Marché du Film atau Cannes Film Market dalam rangkaian Cannes Film Festival 2025. Film ini juga masuk seleksi Far East in Progress, Focus Asia 2025 di Far East Film Festival, serta memperoleh dukungan pendanaan dari Red Sea Fund for Post-Production yang diselenggarakan oleh Red Sea Film Foundation.

