DENPASAR — The Ambengan Tenten (TAT) Denpasar telah lima kali mendukung pelaksanaan Bali Spirit Festival (BSF). Pada 2026, BSF akan memasuki penyelenggaraan ke-17 dengan tema “Welcome Home” dan dijadwalkan berlangsung di Puri Padi Hotel serta The Yoga Barn, Ubud, Gianyar, pada 15–19 April 2026.
Co-Founder TAT, Ida Bagus Gede Puja Atmaja, menyebut pihaknya memiliki keterikatan dengan BSF karena selama lima tahun terakhir TAT menjadi tuan rumah berbagai kegiatan komunitas festival. Menurutnya, TAT hadir sebagai ruang komunitas yang menggabungkan unsur bisnis, seni, wellness, dan sustainability dalam satu ekosistem.
Ia menilai Bali Spirit Festival bukan sekadar acara tahunan, melainkan bagian dari gerakan komunitas yang menghubungkan komunitas kreatif, seni, dan wellness di Bali, sekaligus berkontribusi pada pariwisata berbasis komunitas.
Puja berharap BSF 2026 tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga ruang kolaborasi yang dapat mendorong pariwisata berkualitas serta memperkuat posisi Bali sebagai pusat wellness dan spiritualitas global.
Terkait fasilitas, Puja menjelaskan TAT berdiri di atas lahan sekitar 60 are. Pada awalnya, tempat tersebut lebih difokuskan sebagai hunian, namun belakangan disiapkan pula sebagai ruang untuk menciptakan konektivitas.
“Di awal memang kami fokus pada hunian. Tapi kemudian kami melihat ada kebutuhan-kebutuhan pasar, salah satunya wellness and accessibility. Rupanya koneksi kami dengan teman-teman di Bali Spirit Festival (BSF) membuat tempat ini menjadi lebih ramai dan dikenal,” ujarnya usai jumpa pers pelaksanaan Bali Spirit Festival di TAT, Sabtu (4/4/2026).
Ia menegaskan TAT tidak semata-mata hadir sebagai tempat bisnis, melainkan ruang untuk berkoneksi. Puja mengatakan relasi yang terbangun di TAT dirasakan memberi manfaat komunal yang lebih baik.
Adapun fasilitas yang tersedia di TAT meliputi office space, ruang meeting, virtual office, gym, ruang yoga, art space, serta Argos Coffee. TAT juga menyiapkan lahan parkir yang luas, yang dinilai mendukung kegiatan komunitas.
Menurut Puja, TAT cukup sering menggelar kegiatan komunitas, mulai dari bisnis, olahraga, wellness, hingga seni. Art space yang ada juga menjadi wadah bagi seniman pemula untuk mengeksplorasi kegiatan seni, seperti pameran lukisan dan kerajinan.
Ia menambahkan, konsumen TAT mayoritas berasal dari kalangan lokal. Sekitar lima persen penghuni merupakan warga luar, sementara penyewa ruangan didominasi pengusaha muda atau pelaku UMKM dari Indonesia.

