BERITA TERKINI
Pakar dari Thailand Paparkan Alasan Wellness Penting untuk Memperpanjang Masa Hidup Sehat

Pakar dari Thailand Paparkan Alasan Wellness Penting untuk Memperpanjang Masa Hidup Sehat

Kesadaran masyarakat terhadap wellness atau upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh disebut kian meningkat seiring penerapan gaya hidup sehat. Pakar kesehatan asal Thailand, Dr. Tanupol Virunhagarun, menjelaskan sejumlah alasan mengapa wellness dinilai penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tanupol yang juga menjabat Chief Executive Officer BDMS Wellness Clinic dan BDMS Wellness Resort di bawah Bangkok Dusit Medical Services Public Company Limited menekankan bahwa wellness bertujuan meningkatkan health span atau rentang waktu seseorang hidup dalam kondisi sehat, bukan sekadar memperpanjang life span atau total usia hidup.

Menurutnya, tantangan kesehatan saat ini antara lain meningkatnya populasi lansia dan adanya jarak yang besar antara life span dan health span. Secara global, rata-rata life span disebut berada di angka 73 tahun, sedangkan health span 63 tahun. Sementara di Indonesia, life span 71 tahun dengan health span 63 tahun.

Tanupol menilai angka tersebut menggambarkan adanya periode ketika seseorang hidup dalam kondisi tidak sehat menjelang akhir hayat. Ia menyebut secara global terdapat selisih sekitar 10 tahun, sedangkan di Indonesia sekitar 8 tahun. “Itulah kenapa wellness penting, karena targetnya adalah memperkecil angka ini. Target ideal saya, saya mau angka life span dan health span itu sama,” kata Tanupol, Selasa (5/5).

Selain memperkecil kesenjangan antara usia harapan hidup dan usia sehat, wellness juga dinilai penting untuk mencegah penyakit tidak menular (PTM). Tanupol menegaskan pendekatan wellness menempatkan pencegahan sebagai prioritas. “Kami percaya dalam wellness bahwa pencegahan lebih penting daripada mengobati,” ujarnya.

Ia menjelaskan, PTM merupakan penyakit yang disebut banyak dipengaruhi oleh perilaku individu dan menjadi penyebab utama kematian di banyak negara. Di Indonesia, ia menyebut 52% kematian disebabkan oleh PTM, dengan angka 1,3 juta kematian per tahun atau setara 157 kematian per jam. Penyebab kematian tersebut antara lain stroke, penyakit jantung iskemik, penyakit paru obstruktif kronis, sirosis hati, dan diabetes mellitus.

Tanupol berpendapat PTM pada dasarnya dapat dicegah melalui penerapan wellness. Namun, ia menilai masih banyak orang yang baru memberi perhatian ketika usia menua dan penyakit sudah muncul. “Tetapi kebanyakan orang tidak mengerti, mereka menunggu hingga tua dan mendapat banyak penyakit dan meninggal akibatnya,” ujarnya.

Faktor lain yang menurut Tanupol mendorong pentingnya wellness adalah meningkatnya stres dalam beberapa tahun terakhir, termasuk yang dipengaruhi oleh keberadaan internet dan media sosial. Ia juga menyoroti meningkatnya biaya layanan kesehatan. “Ketika Anda sakit, biayanya jauh lebih mahal dari yang pernah Anda bayangkan,” katanya.

Dengan berbagai tantangan tersebut, Tanupol menilai penerapan wellness menjadi kebutuhan. Ia menyebut tidak ada pilihan lain selain mulai menerapkan wellness dalam kehidupan.

Dalam kesempatan terpisah, BDMS Wellness Clinic—pusat layanan kesehatan preventif di bawah Bangkok Dusit Medical Services (BDMS) yang dipimpin Tanupol—mendapat kesempatan dari Kedutaan Besar Kerajaan Thailand di Indonesia untuk menyampaikan presentasi utama bertema Wellness Hub Thailand: The Land of Life. Para panelis juga menampilkan potensi Thailand sebagai “The Land of Life”, yang diposisikan sebagai destinasi global bagi mereka yang mencari kesehatan dan kesejahteraan lebih baik di tengah meningkatnya tantangan kesehatan dunia.