Jakarta — Seiring meningkatnya minat wisatawan terhadap perjalanan yang lebih mindful dan bertanggung jawab, tiket.com memperkuat fitur tiket Green sebagai bagian dari komitmen mendukung pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Melalui fitur ini, tiket.com menghadirkan pilihan akomodasi, termasuk di sejumlah secondary city, yang tidak hanya menekankan kenyamanan menginap, tetapi juga pengalaman berbasis wellness, keberlanjutan, budaya lokal, serta koneksi yang lebih dekat dengan lingkungan sekitar.
SVP of Accommodations tiket.com, Cisyelya Bunyamin, mengatakan semakin banyak wisatawan mencari pengalaman yang terasa personal, dekat dengan alam, dan memberi ruang untuk beristirahat dari rutinitas. “Melalui tiket Green, kami ingin membantu masyarakat menemukan akomodasi yang tidak hanya nyaman, tetapi juga menghadirkan pengalaman menginap yang lebih bermakna,” ujarnya.
Dalam pengembangannya, tiket Green mengacu pada enam indikator utama, yakni pangan, air, energi, biodiversitas dan shelter, pengolahan sampah, serta mindfulness. Fitur ini ditujukan untuk memudahkan masyarakat menemukan dan memilih akomodasi yang telah menerapkan praktik ramah lingkungan di berbagai destinasi, baik di Indonesia maupun luar negeri.
Melalui tiket Green, tiket.com merekomendasikan empat destinasi wellness dan eco-hospitality di Jawa Tengah, mulai dari pengalaman aromatic wellness di lereng Gunung Lawu hingga eco-luxury escape dengan panorama Borobudur.
1. Rumah Atsiri Indonesia (Atsiri Glamping), Tawangmangu
Berlokasi di Desa Plumbon, Tawangmangu, Jawa Tengah, Rumah Atsiri Indonesia merupakan destinasi aromatic wellness yang lahir dari revitalisasi pabrik penyulingan Citronella yang dibangun pada 1963. Kawasan ini berkembang menjadi destinasi terintegrasi yang memadukan sejarah, edukasi, wellness, dan hospitality, termasuk akomodasi Atsiri Glamping.
Sejumlah praktik yang disebutkan diterapkan di Atsiri Glamping antara lain pengaturan penggunaan air panas secara terukur serta mematikan daya listrik pada kamar yang tidak terisi untuk menekan konsumsi energi. Dari sisi pengelolaan sampah, properti ini mengurangi plastik sekali pakai dan menyediakan amenities ramah lingkungan seperti sikat gigi bambu dan sedotan berbahan beras. Atsiri Glamping juga tengah mengembangkan program daur ulang linen bekas serta penerapan eco green linen system untuk mengurangi konsumsi air dan energi.
Berada di lereng Gunung Lawu, Atsiri Glamping menawarkan suasana alam yang sejuk dan akses ke beragam aktivitas wellness dan edukasi, seperti Museum Atsiri, workshop, hingga trekking. Kamar dapat dipesan melalui tiket.com dengan harga mulai Rp1,2 jutaan per malam.
2. Puri Asri Hotel & Resort, Magelang
Puri Asri Hotel & Resort berlokasi di tepi Sungai Progo dan menawarkan pengalaman menginap yang tenang dengan perpaduan fasilitas modern serta suasana alam terbuka di Magelang. Sejak berdiri pada 1998, hotel ini menjalankan berbagai program pengelolaan lingkungan, mulai dari waste management tanpa pembakaran sampah hingga pengolahan sampah organik menjadi pupuk untuk area properti.
Hotel ini juga menerapkan program penghematan energi dan air melalui penggunaan lampu LED, pemanfaatan ulang air, serta pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang disebut membantu mengurangi penggunaan listrik di siang hari. Upaya lain yang disampaikan mencakup konsep live cooking untuk mengurangi food waste, penggunaan electric vehicle operasional, serta fasilitas kids playground seperti Eden’s Park yang menghadirkan permainan tradisional tanpa menggunakan listrik.
Puri Asri turut menjalankan program kebersihan Sungai Progo dan edukasi sustainability bagi karyawan. Kamar dapat dipesan melalui tiket.com dengan harga mulai Rp900 ribuan per malam.
3. ARTOTEL Leguna Magelang
ARTOTEL Leguna Magelang merupakan hotel terbaru di Kota Magelang yang mengusung konsep art-inspired designed hotel dengan pendekatan keberlanjutan melalui desain arsitektur modern tropis karya Andra Matin. Desain bangunannya disebut memaksimalkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara untuk meminimalkan penggunaan AC dan lampu, sehingga membantu menekan konsumsi energi dan pemakaian listrik.
Pendekatan tersebut sejalan dengan praktik sustainable hospitality Artotel Group melalui pengembangan properti yang lebih efisien energi. Selain menawarkan suasana modern dan artistik, konsep arsitektur terbuka di hotel ini memungkinkan tamu menikmati koneksi yang lebih dekat dengan lanskap alam dan karakter budaya Magelang. Kamar dapat dipesan melalui tiket.com dengan harga mulai Rp850 ribuan per malam.
4. Plataran Borobudur Resort & Spa
Plataran Borobudur Resort & Spa berada di Desa Tanjungan, Magelang, sekitar lima menit dari Candi Borobudur. Resort ini menghadirkan panorama Candi Borobudur, Gunung Merapi, Pegunungan Menoreh, serta hamparan hutan jati.
Sebagai bagian dari Plataran Indonesia, resort ini mengusung filosofi “True Indonesian Icon” melalui pendekatan hospitality yang menekankan pelestarian budaya, koneksi dengan alam, serta dukungan terhadap komunitas lokal. Konsep tersebut diwujudkan melalui pengalaman menginap bernuansa budaya Jawa dan aktivitas berbasis budaya serta alam yang mendorong wisata yang lebih mindful dan minim eksploitasi lingkungan. Resort ini juga melibatkan masyarakat sekitar dalam aktivitas budaya, hospitality, dan penyediaan pengalaman lokal agar manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan lebih berkelanjutan. Kamar dapat dipesan melalui tiket.com dengan harga mulai Rp5 jutaan per malam.
Cisyelya menyebut setiap destinasi memiliki cara berbeda dalam menghadirkan pengalaman menginap, mulai dari kedekatan dengan alam, wellness, hingga budaya lokal. Ia berharap rekomendasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan sembari mendukung keberlanjutan.