Pada malam 4 April, ruang terbuka di Pusat Perbelanjaan Gigamall (Kelurahan Hiep Binh, Kota Ho Chi Minh) akan menjadi lokasi program “Gala Musik dan Kopi” dalam rangka Festival “Merayakan Kopi dan Teh Vietnam” ke-4 tahun 2026 yang diselenggarakan Surat Kabar Nguoi Lao Dong. Acara ini memadukan cita rasa kopi dan teh Vietnam dengan musik kontemporer, menghadirkan penampilan dua grup vokal muda, TDB dan White Heart.
Alih-alih mengejar lagu-lagu hit arus utama, kedua grup tersebut memilih jalur yang lebih menantang: menulis karya yang terinspirasi dari budaya Vietnam, khususnya kopi dan teh. Sejumlah lagu yang dibawakan antara lain “A Touch of Bitterness in Sweetness,” “Tea and Coffee,” “Love for a Cup of Coffee,” “Coffee with Sunshine,” dan “Coffee-Colored Street Corner.” Bagi para personel, tema yang akrab ini menjadi cara mengubah pengalaman keseharian menjadi emosi musikal.
Komposer Van Hau menyebut rasa pahit kopi sebagai bahan artistik yang dapat diolah menjadi kenangan, cerita, dan ritme hidup. Ia juga mengatakan ini merupakan kali keempat mereka berpartisipasi dalam “Gala Musik dan Kopi” yang digelar Surat Kabar Nguoi Lao Dong.
Menurut keterangan panitia dan para musisi yang terlibat, komposisi tahun ini disiapkan dengan perhatian pada struktur, lirik, serta gaya penampilan. Para penyanyi muda dari TDB dan White Heart disebut menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk berlatih dan menyempurnakan detail agar setiap penampilan memiliki kedalaman emosional.
Komposer Huy Truong menegaskan lagu-lagu mereka berangkat dari pengalaman nyata, seperti minum kopi dan teh, mengobrol, hingga merenung. Sementara penyanyi-penulis lagu Chau Nhat Tin menilai menulis lagu tentang kopi dan teh tidak sederhana karena topiknya dekat dengan keseharian dan mudah jatuh pada klise. Ia menyebut grupnya berusaha menemukan cara bercerita yang lebih personal melalui lirik yang lembut dan halus, berangkat dari kenangan para anggota TDB.
Dalam “Gala Musik dan Kopi,” TDB akan tampil dengan personel Chau Nhat Tin, Hoang Trung Anh, Huy Truong, Van Hau, dan La Tran Duc Thien. White Heart hadir dengan Yen Phuong, Thu Thao, Vuong Quynh Anh, dan Yen Nhi. Dua tamu yang disebut hadir adalah penyanyi Ngoc Anh dan Quang Dai. Quang Dai, penggubah lagu “Kopi dengan Sinar Matahari,” dijadwalkan membawakan duet bersama Thu Thao.
Selain itu, acara ini juga mencantumkan penampilan dari sejumlah penyanyi dan artis, di antaranya Artis Rakyat Phuong Loan, Artis Berjasa Vu Luan, Dong Quan, Nguyen Phi Hung, Phuong Anh, ST Son Thach, Duong Quoc Hung, Dora Mai, Minh Huy, Pham Quynh Anh, Di Oanh, Pham Anh Tuan, serta grup Vstar.
Thu Thao menyampaikan bahwa pada sesi pertukaran musik pukul 13.30 tanggal 4 April, mereka tidak berada di atas panggung, melainkan bernyanyi di antara penonton muda untuk berdialog dan berbagi tentang proses penulisan lagu, eksperimen memasukkan unsur kopi dan teh Vietnam ke dalam komposisi, serta pengalaman memperkenalkan lagu baru kepada publik untuk pertama kalinya. Yen Phuong menambahkan, ada masa latihan hingga larut malam demi menemukan emosi yang tepat. La Tran Duc Thien menyebut penulisan lagu tentang kopi Vietnam menjadi cara mereka menceritakan kisah anak muda yang hidup, bekerja, dan tumbuh dengan ritme kehidupan kota, sekaligus memanfaatkan kesempatan mempromosikan karya melalui festival tersebut.
Salah satu sorotan lainnya adalah partisipasi penyanyi Y Dzăng Arul yang akan membawakan dua lagu gubahan musisi Nguyễn Cường, yakni “Secangkir Kopi Ban Mê” dan “Jika Kita Masih Saling Mencintai, Mari Kembali ke Buôn Ma Thuột.” Pada kesempatan yang sama, Nguyễn Cường juga dijadwalkan berbagi cerita mengenai lagu-lagu bertema kopi yang ia tulis.
Ketua Asosiasi Musik Kota Ho Chi Minh, musisi Nguyen Quang Vinh, menyatakan apresiasinya terhadap gagasan penyelenggaraan “Gala Musik dan Kopi” karena dinilai berkontribusi mendorong musik hadir dalam kehidupan sehari-hari sekaligus menghargai nilai kerja dan produk yang terkait dengan budaya.
Di sisi lain, TDB memandang kopi dan musik sebagai dua bentuk eksistensi yang berjalan paralel: kopi sebagai nilai nyata yang dapat dirasakan, sedangkan musik sebagai nilai spiritual yang tak berwujud namun bertahan lama. Dalam pandangan mereka, aroma dan melodi dapat membawa orang kembali ke momen-momen masa lalu, menjadi cara manusia berdialog dengan waktu.
Komposer Nguyen Ngoc Thien menilai antusiasme kaum muda dan kecintaan pada budaya nasional telah melahirkan melodi yang sarat esensi Vietnam. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Surat Kabar Nguoi Lao Dong atas platform musik yang dinilai membantu menghubungkan kreativitas artistik dengan produk-produk yang dapat berkontribusi memperkaya pariwisata dan mendorong industri budaya.

