Sebuah warkop di Surabaya menjadi ruang berkumpul yang tidak biasa bagi pencinta musik gothic metal. Di tempat ini, mereka menggelar pengajian dengan format yang berbeda dari kebanyakan, memadukan diskusi agama dengan penampilan band.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti pembahasan keagamaan sekaligus menikmati pertunjukan musik. Perpaduan ini menjadi cara komunitas untuk tetap dekat dengan minat mereka di dunia musik, sambil memperdalam pemahaman agama dalam suasana yang lebih akrab dan terbuka.
Pengajian yang digelar di warkop itu juga dimaksudkan untuk menantang stigma negatif yang kerap melekat pada penggemar musik metal, khususnya subgenre gothic. Melalui kegiatan ini, mereka ingin menunjukkan bahwa ketertarikan pada musik keras tidak serta-merta bertentangan dengan upaya memperdalam nilai-nilai religius.
Dengan format yang menggabungkan dialog dan panggung musik, pengajian ini menghadirkan alternatif ruang belajar agama bagi komunitas yang selama ini sering dipandang dari satu sisi. Di Surabaya, warkop tersebut kini menjadi titik temu antara distorsi musik dan pencarian spiritual.