BERITA TERKINI
Program “Kilau Kenangan” RRI Ajak Pendengar Bernostalgia Pemutar Musik Era 1960–1990-an

Program “Kilau Kenangan” RRI Ajak Pendengar Bernostalgia Pemutar Musik Era 1960–1990-an

Program radio “Kilau Kenangan” bersama Amelia Adriati mengajak pendengar menelusuri kembali evolusi alat pemutar musik dari era 1960 hingga 1990-an. Mengudara setiap Minggu malam, acara ini menghadirkan kisah-kisah tentang masa ketika musik dinikmati melalui piringan hitam, kaset pita, hingga perangkat portabel seperti Discman, dengan gaya siaran santai dan penuh cerita.

Di awal siaran, Amelia mengingatkan pendengar pada momen klasik saat pita kaset kusut dan harus diputar menggunakan pensil. Kenangan sederhana itu memancing respons pendengar yang berbagi cerita melalui pesan WhatsApp. Sejumlah pendengar mengaku rindu suasana mendengarkan lagu dari perangkat lawas yang dinilai memiliki karakter suara dan nuansa berbeda dibanding era digital.

Pembahasan dimulai dari 1960-an, ketika vinyl atau piringan hitam menjadi simbol gaya hidup pecinta musik. Amelia menjelaskan, selain dikenal menghasilkan kualitas audio yang hangat, sampul album vinyl juga kerap dianggap sebagai karya seni bernilai. Seorang pendengar, Ibu Retno dari Bekasi, mengaku masih menyimpan koleksi vinyl di rumah. Baginya, suara khas saat jarum menyentuh piringan hitam menghadirkan pengalaman emosional yang sulit tergantikan.

Acara kemudian beralih ke awal 1970-an, saat cassette deck dan tape recorder menjadi populer. Amelia menuturkan kaset pita digemari karena praktis dan mudah dibawa. Cerita ini disambut Pak Rio dari Bogor, yang mengingat kebiasaannya merekam lagu favorit langsung dari siaran radio. Ia juga mengenang pensil sebagai “alat penyelamat” ketika pita kaset kusut atau terlepas dari gulungan.

Memasuki akhir 1970-an, Amelia mengangkat fenomena boombox yang identik dengan budaya hip hop jalanan di Amerika. Perangkat besar dengan suara bass kuat itu pernah menjadi simbol gaya anak muda. Pak Yogo dari Jakarta Timur turut berbagi pengalaman bahwa ia dulu sering membawa boombox di pundak agar terlihat lebih percaya diri. Ia bahkan berseloroh, istrinya mulai tertarik kepadanya karena gaya tersebut.

Pada segmen berikutnya, pembahasan berlanjut ke kemunculan Walkman dan Discman yang menjadi ikon era 1980 hingga 1990-an. Amelia menyampaikan bahwa Walkman mengubah cara orang menikmati musik menjadi lebih personal dan portabel. Bang Ario dari Kelapa Dua mengirim pesan bahwa walkman rekamannya pernah ia gunakan untuk menyatakan perasaan kepada perempuan yang kini menjadi istrinya, menambah suasana siaran kian hangat.

Melalui “Kilau Kenangan”, Amelia Adriati menegaskan bahwa perubahan alat pemutar musik tidak hanya mencerminkan perkembangan teknologi, tetapi juga menyimpan perjalanan emosi dan kenangan. Respons pendengar menunjukkan musik lawas beserta perangkat pemutarnya masih memiliki tempat tersendiri di tengah derasnya era digital.