BERITA TERKINI
Sudin Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Timur Gelar FLS3N SMP/MTs 2026 di SMPN 195 Duren Sawit

Sudin Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Timur Gelar FLS3N SMP/MTs 2026 di SMPN 195 Duren Sawit

Suku Dinas Pendidikan (Sudin) Wilayah 1 Jakarta Timur menggelar Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang SMP/MTs tahun 2026 di SMPN 195 Duren Sawit, Jakarta Timur, pada 30 April 2026. Kegiatan ini disebut sebagai bagian dari upaya menumbuhkan karakter bangsa melalui kreativitas serta apresiasi seni dan budaya.

FLS3N tahun ini mempertandingkan delapan cabang, yakni ilustrasi, menyanyi solo, mendongeng, menulis cerita, pantomim, ansambel campuran tiga alat musik, tari kreasi, serta kreativitas musik tradisional. Ajang ini diikuti ratusan siswa SMP di wilayah Jakarta Timur 1 dan menjadi wadah kompetisi seni dan sastra bagi peserta didik.

Ketua Panitia dari Sudin Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Timur, Tri Kurniasih, mengatakan FLS3N tidak hanya menjadi kompetisi yang positif, tetapi juga sarana bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas. Menurutnya, kreativitas bukan sekadar “bakat tambahan”, melainkan fondasi penting dalam membangun cara berpikir dan perkembangan siswa. Pernyataan tersebut disampaikan didampingi Ketua Koordinator Lomba, Reni Afriani, saat kegiatan berlangsung.

Pada cabang lomba menulis cerita, penanggung jawab lomba adalah Suciati dan Eka Yulianti. Mereka menyampaikan bahwa lomba diikuti 67 siswa SMP dari berbagai sekolah. Dewan juri terdiri dari Syarifudin Yunus (Universitas Indraprasta PGRI), Reni Nur Eriyani (Universitas Negeri Jakarta), dan Hikmawan Nurdiansyah (Al Jabr Islamic School). Panitia merencanakan pengumuman pemenang dilakukan pada siang hari.

FLS3N diposisikan sebagai wadah ekspresi, bakat, dan kreativitas seni budaya bagi siswa SMP. Melalui ruang berekspresi, siswa diharapkan lebih percaya diri, berani mencoba, tidak takut salah, serta lebih mandiri dalam belajar. Kreativitas juga dinilai dapat mendorong kemampuan memecahkan masalah dengan berorientasi pada solusi dan mencari alternatif jawaban.

Di tengah perkembangan zaman dan teknologi yang cepat, kemampuan berinovasi dipandang penting untuk membantu siswa beradaptasi dan menciptakan peluang. Melalui FLS3N, peserta didik didorong untuk tidak hanya menjadi pengikut, tetapi juga mampu melahirkan gagasan dan solusi.