Musisi Ssay Huynh terlibat dalam film “Ma Xó” tidak hanya sebagai pemeran dengan porsi kecil, tetapi juga sebagai direktur musik. Dalam proyek ini, ia mendorong perpaduan pop modern dengan elemen yang berakar pada budaya Vietnam. Menurutnya, melodi yang membangkitkan kenangan dan kehidupan Vietnam memiliki daya tarik tersendiri, namun perlu dikemas lewat bahasa musik kontemporer agar lebih dekat dengan generasi muda.
Ssay Huynh mengatakan ia menghabiskan sekitar tujuh bulan untuk mengembangkan musik film tersebut. Sebelum mulai menggubah, ia membaca naskah, berdiskusi dengan sutradara, serta melakukan riset mengenai psikologi para karakter. Ia juga mengikuti proyek ini untuk mendapatkan sudut pandang tambahan tentang cerita yang ditampilkan di layar.
Kesempatan bergabung dengan “Ma Xó”, menurutnya, datang setelah para produser mengetahui dirinya melalui proyek SHE. Pada awalnya, tim berencana memberinya peran gangster dengan banyak adegan. Namun, setelah mempertimbangkan aspek produksi dan citra pribadinya, ia akhirnya memerankan petugas polisi dengan kemunculan singkat di bagian akhir film.
Dalam proses penciptaan musik film, tantangan terbesar yang ia rasakan adalah menahan ego pribadi. Ssay Huynh menilai bahwa berbeda dari produksi musik independen yang memungkinkan seniman bercerita tentang dirinya sendiri, musik dalam film harus melayani karakter dan emosi penonton. Ia menekankan bahwa melodi yang indah tidak selalu cocok untuk kebutuhan sebuah adegan. Ada momen ketika musik perlu memberi ruang bagi akting, dan ada pula saat musik harus memandu emosi penonton.
Soundtrack “Ma Xó” memuat dua lagu yang digubah khusus. Lagu “Doa Ibu” membawa pesan tentang kasih sayang seorang ibu dan dibawakan oleh Hien Thuc bersama Ssay Huynh. Sementara itu, “Dosa-Dosaku” mengangkat tema penyesalan seorang anak setelah mengambil pilihan yang keliru.
Ssay Huynh mengakui ia sempat merasa tertekan saat pertama kali berkolaborasi dengan Hien Thuc. Namun, ia menegaskan hal itu bukan karena rekam jejak lagu-lagu bertema ibu yang sudah melekat pada sang penyanyi, melainkan karena kepribadian Hien Thuc yang menurutnya menawan dan ceria, sehingga ia merasa tidak ingin mempersulit proses produksi. Ia juga menyebut Hien Thuc berpenampilan awet muda, energik, dan modis. Karena Hien Thuc dinilai sukses membawakan lagu bertema ibu, ia pun membujuknya untuk menyanyikan “Doa Ibu”.
Bagi Ssay Huynh, musik merupakan bagian penting dari penceritaan yang membantu membangun atmosfer dan memperdalam emosi karakter. Ia berharap melodi dalam “Ma Xó” dapat terus terngiang di benak penonton setelah meninggalkan bioskop. Menurutnya, keberhasilan musik film tidak harus diukur dari seberapa jauh penonton mengingat nama komposer atau judul lagu, melainkan dari sejauh mana musik membantu mereka mengingat cerita dan karakter dengan lebih baik.