Lebih dari 100 umat Buddha berpartisipasi dalam proyek musik Buddhis bertajuk Jalan Berunsur Delapan yang diprakarsai aktris Dao Hoang Yen. Seluruh peserta terlibat secara sukarela, dengan tujuan bersama menyampaikan ajaran Buddha melalui medium yang mudah diakses dan dapat didengarkan dalam waktu singkat.
Video musik tersebut juga memuat kisah perjalanan spiritual Dao Hoang Yen. Pada acara peluncuran yang digelar di Pagoda Tao Sach, Hanoi, pada malam 7 Juni 2026, ia menceritakan pengalamannya melewati satu dekade penuh kesulitan dan penderitaan. Ia mengakui pernah menyakiti diri sendiri, baik secara fisik maupun mental, karena tidak memahami cara menghargai hidup.
Dao Hoang Yen menuturkan bahwa pengalaman mencintai sepenuh hati yang berujung pada luka akibat keterikatan dan ketidaktahuan membuatnya memutuskan berhenti sejenak dan mencari ketenangan melalui Buddhisme. Melalui praktik yang dijalaninya, ia belajar memaafkan diri, memahami karma, serta menelusuri akar penyebab penderitaan yang dialaminya.
Dalam proses perubahan tersebut, ia menyebut dukungan keluarga sebagai salah satu penopang penting. Ia merasa beruntung menerima cinta tanpa syarat dari ibunya, dukungan dari saudara perempuannya, serta kehadiran tiga putrinya yang masih kecil yang disebutnya selalu berada di sisi, memahami, dan memaafkannya.
Sebelum merilis Jalan Berunsur Delapan, Dao Hoang Yen telah terlibat dalam musik Buddhis selama lima tahun. Salah satu karya yang disebut menonjol adalah video musik debutnya, Sukacita dalam Cahaya Dharma, yang dibuat dengan dukungan lebih dari 3.000 umat Buddha sebagai persembahan kepada Buddha dan Bodhisattva.
Sejak menempuh jalan praktik spiritual, ia memandang bernyanyi tidak lagi semata sebagai mata pencaharian, melainkan panggilan spiritual. Ia menyatakan tekad untuk mendedikasikan hidupnya pada genre musik Buddhis.
Melalui karya terbarunya, Dao Hoang Yen ingin menyampaikan pesan bahwa praktik spiritual tidak perlu menunggu seseorang jatuh dalam penderitaan, melainkan dijalankan untuk mengakhiri penderitaan. Ia berharap lagu-lagu tersebut dapat menyentuh mereka yang sedang terluka, membantu melepaskan kekhawatiran, menjauh dari keserakahan, kemarahan, dan khayalan, serta menjalani hidup dengan damai pada saat ini.