BERITA TERKINI
Ascott Waterplace Surabaya Gelar Elevated Afternoon Tea untuk Sambut Hari Musik se-Dunia

Ascott Waterplace Surabaya Gelar Elevated Afternoon Tea untuk Sambut Hari Musik se-Dunia

Surabaya — Ascott Waterplace Surabaya kembali menggelar Ascott Soiree Event, sebuah acara yang memberi ruang bagi seniman dan pengrajin lokal maupun regional untuk memperkenalkan karya, produk, serta usaha mereka dalam pelestarian budaya Indonesia. Kegiatan ini menjadi penyelenggaraan kedua setelah Tropical Flower Workshop yang digelar pada Maret lalu.

Ascott Soiree kali ini mengusung konsep Elevated Afternoon Tea bertajuk The Symphony of Afternoon Tea. Selain menghadirkan teh artisan dari Bali, acara tersebut juga digelar untuk menyambut dan merayakan Hari Musik se-Dunia dengan suguhan musik instrumen biola dan cello di hadapan para tamu.

Perwakilan Ascott Waterplace Surabaya, Ana Maharti, menyampaikan bahwa Ascott Soiree telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraan. Menurutnya, acara ini tidak sekadar menampilkan seni maupun budaya, melainkan menjadi sarana untuk mendekatkan audiens dengan seniman, budayawan, dan komunitas. “Sehingga usaha pelestarian kekayaan seni, budaya dan kerajinan ini sekaligus mendekatkan kita sebagai manusia,” ujarnya dalam sambutan pada Minggu (7/6).

Acara yang berlangsung di Residents Lounge dari sore hingga menjelang senja itu dihadiri belasan tamu domestik serta tamu asing dari China, India, dan Jepang. Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan Brew Me Tea, produsen teh artisan ramah lingkungan asal Bali.

Selain menikmati alunan musik klasik dengan sesi tea pairing, para tamu diajak mengikuti Tea Sensory Journey untuk mengenal cerita dan perjalanan variasi teh yang ditanam di Bali. Dalam sesi ini, setiap peserta disuguhkan segelas teh dalam double wall glass beserta daun teh kering untuk mencicipi aroma, rasa, dan karakteristik masing-masing teh, termasuk kisah di balik proses produksinya.

Ada empat varian teh yang diperkenalkan, yakni White Peony Tea dan Organic Balinese Oolong yang termasuk kategori single origin tea, serta Apple Pie Tea dan La Vie en Rose yang termasuk jenis blend tea.

Marketing Brew Me Tea, Hayah—Novita Nurul, menjelaskan teh Bali dipilih karena memiliki keunikan dari sisi aroma dan rasa. Menurutnya, teh yang ditanam di Bali cenderung lebih manis dibanding teh dari daerah lain di Indonesia. “Teh yang ditanam di Bali surprisingly punya rasa yang sangat bersih dan bertekstur halus, dengan sentuhan rasa yang fruity dan floral, dan punya aftertaste yang manis, istilahnya sweet lingering after taste,” tuturnya.

Ia menambahkan, karakter rasa tersebut dipengaruhi tanah vulkanik khas Bali yang kaya mineral mikro, sehingga memicu tanaman teh menghasilkan senyawa asam amino seperti L-theanine dalam jumlah lebih tinggi. Senyawa ini disebut memberikan rasa gurih (umami) dan manis alami saat diseduh. Selain itu, teh Bali ditanam di ketinggian lebih dari 1.000 mdpl dengan suhu sejuk dan kondisi yang kerap berkabut. Kabut dinilai menghalangi sinar matahari secara alami, memperlambat fotosintesis, dan berkontribusi menurunkan kadar katekin yang memicu rasa sepat dan pahit.

Dalam sesi tea pairing, masing-masing teh dipadukan dengan beragam kudapan yang menggabungkan cita rasa Indonesia dan Barat. White Peony Tea yang beraroma bunga dengan manis lembut dipadukan dengan Creamy Sus Galantine. Sementara Organic Balinese Oolong Tea yang beraroma nutty dengan kedalaman smoky dan manis yang datang belakangan dipasangkan dengan Kroket Ayam Jamur yang bercita rasa earthy.