BERITA TERKINI
Sering Menahan Buang Air Kecil, Ini 5 Dampak yang Perlu Diwaspadai

Sering Menahan Buang Air Kecil, Ini 5 Dampak yang Perlu Diwaspadai

Menahan buang air kecil kerap dianggap hal sepele karena sering dilakukan saat sibuk, malas ke toilet, atau berada dalam situasi yang tidak memungkinkan. Padahal, dorongan untuk berkemih merupakan sinyal alami tubuh bahwa kandung kemih perlu segera dikosongkan. Jika kebiasaan ini terus diabaikan, sejumlah gangguan kesehatan dapat muncul, mulai dari infeksi hingga masalah pada organ saluran kemih.

Berikut lima akibat yang dapat terjadi jika terlalu sering menahan buang air kecil.

1. Infeksi saluran kemih (ISK)
Urine yang tertahan lebih lama di kandung kemih memberi kesempatan bakteri berkembang biak. Kondisi ini meningkatkan risiko infeksi saluran kemih, terutama pada perempuan. Gejalanya dapat berupa rasa perih saat buang air kecil, frekuensi berkemih meningkat, serta urine yang tampak keruh atau berbau. Urolog dari Saint John’s Cancer Institute, Dr. Jennifer Linehan, menjelaskan bahwa semakin lama urine tertahan, semakin besar peluang bakteri bertahan dan memicu infeksi karena tidak segera dikeluarkan dari tubuh.

2. Otot kandung kemih melemah
Kandung kemih bekerja dengan berkontraksi untuk mengeluarkan urine saat sudah penuh. Namun, kebiasaan menahan buang air kecil membuat otot kandung kemih terus menahan beban yang seharusnya segera dikeluarkan. Dalam jangka panjang, otot kandung kemih dapat menjadi kurang responsif. Akibatnya, dorongan untuk berkemih bisa tidak terasa hingga kandung kemih terlanjur terlalu penuh, yang berisiko menimbulkan gangguan lebih lanjut.

3. Risiko batu ginjal dan gangguan ginjal
Urine yang tertahan terlalu lama dapat membuat mineral di dalamnya mengendap dan membentuk kristal, yang kemudian berpotensi berkembang menjadi batu. Selain itu, tekanan berlebih dari kandung kemih dapat memengaruhi aliran urine dari ginjal. Disebutkan bahwa tekanan akibat urine yang tertahan dapat memicu aliran balik ke ginjal, yang berpotensi menimbulkan infeksi hingga kerusakan ginjal bila terjadi berulang.

4. Pembengkakan kandung kemih
Menahan buang air kecil membuat kandung kemih menampung urine hingga melebihi kapasitas normal. Peregangan berlebihan (overstretching) dapat memicu pembengkakan dan, jika terjadi berulang, elastisitas kandung kemih dapat menurun. Spesialis urologi Cleveland Clinic, Dr. Petar Bajic, menjelaskan bahwa kandung kemih yang terlalu sering diregangkan bisa kehilangan kemampuan untuk mengosongkan urine secara sempurna. Sisa urine yang tertinggal dapat meningkatkan risiko infeksi maupun komplikasi lainnya.

5. Nyeri di perut bawah hingga punggung
Dampak yang paling cepat dirasakan dari menahan buang air kecil adalah ketidaknyamanan, seperti rasa penuh dan nyeri di perut bagian bawah. Dalam beberapa kasus, nyeri dapat menjalar hingga punggung. Disebutkan bahwa tekanan berlebih pada kandung kemih dapat memicu nyeri dan kejang otot karena kandung kemih dipaksa bekerja di luar batas normal.

Kebiasaan menahan buang air kecil tidak semestinya dianggap wajar. Mengenali sinyal tubuh dan segera ke toilet saat muncul dorongan berkemih dapat membantu menjaga fungsi kandung kemih dan kesehatan saluran kemih secara keseluruhan.