SBC Medical Group Holdings Incorporated (Nasdaq: SBC) mengumumkan strategi kesehatan generasi terbaru bertajuk “SBC Wellness 2.0”, sebuah platform kesehatan dan umur panjang yang memadukan perawatan kesehatan estetika, perawatan pencegahan, serta manajemen kesehatan berbasis data.
Perusahaan, yang beroperasi sebagai Organisasi Layanan Manajemen dengan jaringan bisnis waralaba di berbagai bidang medis, menyatakan inisiatif ini ditujukan untuk memperkuat posisinya di pasar kesehatan usia lanjut yang dinilai berkembang cepat. Dalam pengumuman tersebut, pasar kesehatan usia lanjut diproyeksikan bernilai sekitar 800 miliar dolar AS pada 2025 dan meningkat menjadi sekitar 2 triliun dolar AS pada 2035, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan lebih dari 10% pada periode 2026–2035.
SBC Medical menyebut strategi ini sebagai perluasan dari bisnis intinya di pasar perawatan kesehatan estetika Jepang yang diperkirakan bernilai sekitar 4 miliar dolar AS. Sementara itu, pasar kesehatan usia lanjut domestik Jepang disebut telah mencapai sekitar 34 miliar dolar AS, namun dinilai masih berada pada tahap awal dan belum memiliki pemimpin pasar yang jelas. Perusahaan menyatakan akan memanfaatkan jaringan klinik dan basis pelanggan yang telah ada di Jepang untuk membangun pendapatan berulang serta mengembangkan platform yang kaya data.
CEO SBC Medical Yoshiyuki Aikawa mengatakan perusahaan melihat keterkaitan antara kebutuhan menjaga penampilan awet muda dan perhatian terhadap penurunan kondisi fisik. Menurutnya, SBC Wellness 2.0 lahir dari wawasan tersebut, dengan tujuan membantu individu mengejar “versi terbaik diri mereka” dari sisi penampilan maupun fungsi fisik. Perusahaan menyatakan akan memulai dari pasar domestik Jepang sebelum menargetkan pasar global.
Dalam penjelasannya, SBC Wellness 2.0 menitikberatkan pada pencegahan, performa fisik, dan masa hidup sehat, bukan semata mengobati penyakit. Layanan ini menggunakan biomarker darah, pencitraan, serta alat bantu berbasis AI untuk mengevaluasi kondisi pelanggan dan merekomendasikan protokol yang disesuaikan. Protokol tersebut dapat mencakup prosedur medis, suplemen, dan dukungan gaya hidup.
Perusahaan juga menyebut pendekatan ini sebagai pengembangan kategori “pengobatan performa” yang menggabungkan “penampilan awet muda” dan “optimalisasi fisik”, melampaui pendekatan non-medis seperti kebugaran dan suplemen umum. Programnya digambarkan melalui tahapan: mengukur metrik penting, memvisualisasikan usia biologis serta risiko, menyusun rencana yang disesuaikan, memberikan bimbingan digital berkelanjutan, dan memantau kemajuan dari waktu ke waktu.
SBC Medical menyatakan memiliki posisi kompetitif melalui jaringan 283 klinik dan sekitar 6,5 juta kunjungan pelanggan per tahun, serta kumpulan data perawatan kesehatan estetika yang besar di Jepang. Perusahaan menilai aset data tersebut mendukung pengembangan model AI miliknya dan menjadi hambatan masuk bagi pesaing. Selain itu, pengalaman melayani klien kelas atas serta keahlian dalam layanan perhotelan bernilai tinggi dan desain pengalaman pengguna (UX) disebut menjadi keunggulan dalam menyasar pelanggan premium di segmen kesehatan usia lanjut.
Untuk komersialisasi, perusahaan berencana menawarkan Wellness 2.0 melalui kombinasi program paket yang dijual kepada korporasi sebagai manfaat kesejahteraan karyawan, serta layanan medis dan estetika bernilai tinggi yang dibayar sendiri dan dijual langsung kepada pelanggan. Menurut perusahaan, model B2B ditujukan sebagai bentuk investasi sumber daya manusia bagi klien korporat, sekaligus mendukung pertumbuhan dengan biaya pemasaran yang lebih rendah. Manajemen menilai kombinasi kontrak korporat yang menyerupai langganan dan layanan medis diskresioner berpotensi mendukung pendapatan berulang, retensi lebih tinggi, dan perbaikan ekonomi unit seiring waktu.
SBC Medical Group Holdings Incorporated mengoperasikan beragam bisnis waralaba di bidang medis, termasuk kedokteran estetika tingkat lanjut, dermatologi, ortopedi, perawatan kesuburan, kedokteran gigi, pengobatan alopecia (AGA), dan oftalmologi. Perusahaan terdaftar di Nasdaq pada September 2024 dan pada Juni 2025 terpilih untuk dicantumkan dalam Indeks Russell 3000.
Perusahaan juga menegaskan bahwa pengumuman ini memuat pernyataan berpandangan ke depan yang mengandung risiko dan ketidakpastian, sehingga hasil aktual dapat berbeda dari proyeksi yang disampaikan.

