Kinerja saham sektor konsumen nonprimer (consumer cyclicals) masih berada dalam tekanan sepanjang tahun berjalan. Hingga saat ini, sektor tersebut mencatat penurunan 12,14% secara year to date (ytd), menjadikannya sektor dengan performa terburuk di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Meski demikian, ruang pemulihan dinilai masih terbuka. Peluang rebound muncul seiring ekspektasi penurunan suku bunga, yang berpotensi menjadi katalis bagi pergerakan saham-saham di sektor ini.
VP Marketing, Strategy & Planning Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi menjelaskan, koreksi pada saham-saham konstituen consumer cyclicals dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya perlambatan pertumbuhan kinerja keuangan yang terjadi seiring kenaikan indeks dolar Amerika Serikat (AS).

