Musisi sekaligus penulis lagu asal Jepang, Rol3ert, merilis video musik resmi untuk lagu “Aftertaste” yang menampilkan REJAY. Perilisan ini menjadi bagian dari rangkaian aktivitas dan capaian Rol3ert sepanjang Juni 2026, termasuk peluncuran EP keduanya bertajuk Kodoku.
Dalam periode yang sama, Rol3ert juga menjalani konser solo perdananya di luar Jepang sebagai penampil utama di Taipei, serta disebut membawa pulang penghargaan bergengsi di industri musik Jepang.
EP Kodoku memuat lima lagu, dengan “Kodoku” sebagai lagu utama. Lagu tersebut menjadi karya pertama Rol3ert yang menggunakan judul dalam bahasa Jepang. Secara musikal, “Kodoku” dibalut permainan gitar bernuansa noise, hentakan drum yang intens, dan vokal yang sarat emosi untuk menggambarkan rasa sepi serta pergulatan batin dalam proses menemukan jati diri.
Lirik “Kodoku” turut merefleksikan kegelisahan yang kerap tersembunyi di balik rutinitas kehidupan sehari-hari. Melalui tema kesepian dan pencarian identitas, EP ini menghadirkan narasi personal yang menjadi benang merah dalam keseluruhan rilisan.
Di bagian penutup, EP ini menghadirkan versi piano akustik dari “frozen”, “(how could i be) honest?”, dan “Kodoku”. Aransemen yang lebih sederhana tersebut mengembalikan setiap lagu ke format vokal dan piano, selaras dengan gaya pertunjukan solo yang selama ini menjadi identitas Rol3ert.
Perilisan Kodoku juga hadir setelah Rol3ert melalui salah satu fase penting dalam kariernya. Pada 24 Juni 2026, ia menjalani penampilan internasional pertamanya di Taiwan dalam ajang 2026 Golden Melody Awards Showcase.
Dalam kesempatan itu, Rol3ert tampil bersama band asal Taiwan, Vulgar Savior, yang menjadi band pengiringnya dalam kolaborasi spesial Jepang–Taiwan yang digelar untuk satu malam. Golden Melody Awards dikenal sebagai salah satu ajang penghargaan musik paling prestisius di Asia dan kerap dijuluki sebagai Grammy Awards untuk musik berbahasa Mandarin, sementara Golden Melody Awards Showcase menjadi panggung bagi talenta baru dari berbagai negara di Asia untuk menampilkan karya di hadapan publik internasional.