BERITA TERKINI
Perunggu Tanggapi Viral Profil LinkedIn dan Alasan Resign untuk Fokus Bermusik

Perunggu Tanggapi Viral Profil LinkedIn dan Alasan Resign untuk Fokus Bermusik

Grup musik Perunggu menanggapi ramainya perbincangan warganet setelah profil LinkedIn para personelnya beredar di media sosial. Rekam jejak profesional mereka yang dinilai mentereng membuat banyak orang menyorot latar belakang karier para personel di dunia korporat.

Ditemui di kawasan Jakarta Selatan, vokalis Perunggu Maul mengaku bingung mengapa yang menjadi viral justru riwayat pekerjaan mereka, bukan karya musik atau penampilan panggung. Menurutnya, situasi tersebut menjadi pengalaman baru bagi band.

“Agak bingung kenapa yang begitu viral? Biasanya kan lagu atau penampilan yang dibicarakan, jadi kayak ini baru pertama kali kami mengalami kondisi ‘oh ini yang lagi diomongin latar belakang kami’. Jadi kayak, ‘hah kok gini?’” kata Maul sambil tertawa.

Drummer Perunggu, Ildo, menilai banyak orang lain yang memiliki profil LinkedIn lebih menonjol. “LinkedIn orang banyak yang jauh lebih bagus, lebih keren, lebih mentereng,” ujarnya.

Maul menambahkan, capaian karier yang mereka raih merupakan hasil kerja keras selama belasan tahun dan bukan sesuatu yang didapat secara instan.

Dalam kesempatan yang sama, Maul bercerita bahwa karya-karya awal Perunggu justru lahir saat mereka masih bekerja sebagai karyawan. EP serta dua album pertama mereka dibuat ketika para personel masih aktif berkantor. Menurut Maul, musik menjadi pelarian dari kepenatan pekerjaan dan tenggat waktu.

“Ketika pas ngantor, pelariannya jadinya main musik dan bikin lagu buat senang-senangnya gitu. Nah, ini setelah kami resign kami belum pernah bikin lagu lagi, belum tahu nih entar bakal jadi kayak gimana karyanya,” tutur Maul.

Setelah bertahun-tahun menjalani peran ganda sebagai pekerja kantoran dan musisi, Perunggu memutuskan fokus penuh di musik pada 2025. Namun, keputusan tersebut disebut bukan langkah mendadak karena telah dipertimbangkan selama enam tahun.

Maul mengatakan, salah satu alasan utama mereka adalah kesulitan menyeimbangkan pekerjaan, aktivitas band, dan waktu bersama keluarga. “Intinya memang itu tuh ibaratnya kayak bisul lah untuk kami bertiga. Kami sampai di titik di mana ‘oh kok kayaknya sudah gak bisa nge-balance dua-duanya’. Yang utamanya sebenarnya waktu sama keluarga yang sangat kurang,” jelasnya.

Ildo menegaskan, sejak awal mereka memiliki hierarki prioritas: keluarga di urutan pertama, pekerjaan kantor kedua, dan band ketiga. Namun, seiring waktu, kegiatan band mulai menyita porsi waktu yang seharusnya untuk keluarga. “Mau milih yang mana nih keluarga atau pekerjaan kantor? Pekerjaan kantor yang kami lepas dong, keluarga kan tetap nomor satu. Kami nge-band 2019, baru berani resign 2025, jadi 6 tahun tuh mikirnya,” kata Ildo.

Meski kini menjalani karier sebagai musisi penuh waktu, Perunggu menyatakan tidak menutup kemungkinan kembali ke dunia kantor suatu hari nanti. “Kami mah go with the flow apapun jalannya yang ada selama itu halal ya kami pursue. Tidak menutup kemungkinan mungkin balik lagi nanti, gak ada yang tahu,” ujar Maul.