BERITA TERKINI
Lily Allen Jelaskan Konser Satu Jam Tanpa Interaksi Setelah Dikritik Penonton

Lily Allen Jelaskan Konser Satu Jam Tanpa Interaksi Setelah Dikritik Penonton

Penyanyi dan penulis lagu asal Inggris, Lily Allen, memberikan tanggapan setelah penampilannya dalam tur Lily Allen Performs West End Girl menuai kritik dari penonton. Sejumlah komentar menyebut durasi konser dinilai terlalu singkat, sementara harga tiket dianggap mahal.

Kritik mencuat setelah seorang penonton yang menghadiri konser di O2 Arena, London, mengeluhkan tiket seharga 86 poundsterling (sekitar Rp1,8 juta) untuk kursi di area paling atas. Penonton tersebut menyoroti penampilan Allen yang disebut berlangsung kurang dari satu jam, serta tidak adanya interaksi atau komunikasi langsung dengan audiens sepanjang acara.

Menanggapi keluhan yang viral di media sosial, Allen menyampaikan klarifikasi. Solois berusia 41 tahun itu menegaskan dirinya tidak bermaksud mengecewakan penggemar maupun menyesatkan publik terkait format pertunjukan yang diusung.

Menurut Allen, pertunjukan tersebut sejak awal memang dipromosikan sebagai Lily Allen performs West End Girl. Ia menjelaskan durasi satu jam dipilih karena konser dirancang untuk membawakan album West End Girl secara utuh. “Pertunjukan ini memang selalu diiklankan sebagai 'Lily Allen performs West End Girl'. Durasi konser hanya satu jam karena memang hanya membawakan album tersebut secara keseluruhan,” kata Allen dalam unggahan di media sosialnya, Rabu, 1 Juli.

Allen juga menjelaskan keputusan untuk tidak berbicara kepada penonton selama berada di panggung merupakan pilihan artistik yang sengaja diambil. Ia menyebut konsep itu diterapkan untuk menjaga alur cerita dari album barunya yang bertema patah hati.

“Saya tidak ingin siapa pun merasa dirugikan. Semua orang di dalam tur ini benar-benar bekerja sangat keras untuk memberikan pertunjukan terbaik yang kami bisa, dan saya sangat bangga dengan hasil ini,” tambahnya.

Album terbaru Allen, West End Girl, disebut dirilis pada Oktober 2025 dan sempat menempati posisi kedua tangga album Inggris Raya. Tur yang memadukan musik dan teater panggung ini dijadwalkan berlangsung hingga November, dengan rangkaian pertunjukan di sejumlah arena besar di Eropa, Amerika Utara, dan Oceania.