Sebuah percakapan sederhana pada siang hari menjadi awal terciptanya lagu “Menghitung”, karya terbaru Pusakata—proyek solo Is—yang berkolaborasi dengan Haddad Alwi. Dari pertemuan itu, ide lagu tidak langsung dibahas, melainkan diawali dengan percakapan yang lebih mendalam hingga memunculkan refleksi spiritual yang kemudian menjadi fondasi utama lagu tersebut.
Dalam perbincangan itu, Haddad Alwi menyampaikan pandangannya mengenai tujuan penciptaan manusia. “Mas Is, Allah itu menciptakan manusia untuk dibahagiain lho. Kita ini manusia diciptakan Allah SWT untuk dibahagiakan,” ujarnya.
Ia lalu menguraikan bahwa manusia kerap terfokus pada dosa-dosa yang dimiliki sehingga terus-menerus memohon ampun dan pertolongan. Namun, menurut perenungan terbarunya, ada sisi lain yang perlu disadari.
“Tetapi belakangan ini Abi berpikir bahwa kasih sayang-Nya Allah, pertolongan-Nya Allah, cinta-Nya Allah dan kelembutan Allah lebih besar daripada dosa-dosa kita. Meski belum tentu saat ini kita dalam kondisi lebih baik, atau lebih banyak dosanya. Kenapa kita tidak belajar merasakan cinta-Nya Allah, bukan hanya sekadar mengerti dan memahami bahwa Allah Maha Penyayang, Maha Pengasih, Maha Pengampun, Maha Pemaaf, Maha Lembut,” katanya.
Pernyataan tersebut menjadi momen reflektif yang membekas dan memunculkan kesadaran bahwa manusia sering kali mengenal Tuhan melalui nama-nama-Nya, tetapi belum tentu merasakan kehadiran kasih sayang-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, menurutnya, cinta dan kasih sayang Tuhan hadir dalam setiap detik kehidupan, termasuk pada masa-masa yang sulit.
Dari perenungan itulah lahir judul “Menghitung”. Lagu ini dimaknai sebagai proses refleksi atas berbagai hal dalam hidup—apa yang dimiliki, yang sedang dijalani, yang telah hilang, hingga yang akan datang. Melalui “Menghitung”, pendengar diajak untuk lebih sadar dan bersyukur dengan menghitung kembali berbagai nikmat yang kerap luput disadari.
Lagu “Menghitung” telah resmi dirilis dan tersedia di berbagai platform musik digital sejak 10 April 2026.