Perhelatan Lebaran Betawi 2026 yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta, memasuki puncak acara pada Minggu (12/4/2026). Perayaan tahunan yang berlangsung selama tiga hari, 10–12 April 2026, menghadirkan rangkaian kegiatan budaya dan hiburan bagi warga Betawi se-Jakarta dan Kepulauan Seribu.
Sejak pagi, kegiatan dibuka dengan senam bersama. Acara kemudian dilanjutkan dengan upacara seremonial Badan Musyawarah (Bamus Betawi). Memasuki siang hari, pengunjung disuguhi pertunjukan Topeng Blantek, seni teater rakyat tradisional Betawi yang memadukan unsur tari, musik, dan lawakan khas.
Topeng Blantek memiliki karakter pertunjukan yang berbeda dengan lenong. Kesenian ini pada awalnya digelar tanpa panggung, memanfaatkan tanah lapang, serta diiringi alat musik rebana biang dan kecrek. Cerita yang dibawakan umumnya berkisar pada legenda maupun kehidupan sehari-hari, dengan unsur improvisasi.
Di tengah teriknya cuaca, antusiasme pengunjung tetap terlihat. Puji, pengunjung yang ditemui di area taman Lapangan Banteng, mengatakan datang untuk menikmati liburan. Ia hadir bersama Wiwik dan mengaku baru pertama kali mengikuti Lebaran Betawi 2026 setelah mengetahui informasi acara dari TikTok.
Meski bukan berasal dari Betawi, keduanya mengaku tertarik mengenal kesenian dan kuliner khas Betawi. Wiwik menyebut keberadaan pelaku UMKM di lokasi turut membuat mereka ingin melihat lebih dekat budaya Betawi. Keduanya juga datang lebih awal untuk menyaksikan berbagai pertunjukan yang ditampilkan.
Setelah Topeng Blantek, rangkaian acara berlanjut dengan pertunjukan rebana biang. Kesenian tradisional Betawi bernuansa Islam ini menggunakan alat musik perkusi berukuran besar. Rebana biang disebut tergolong hampir punah, ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 2017, dan kerap digunakan untuk mengiringi Topeng Blantek maupun berbagai perayaan.
Selanjutnya, pengunjung dihibur pertunjukan musik dari band atau grup yang identik dengan budaya Betawi. Sejumlah grup yang tampil antara lain Meneer Band, Band Sueb, dan Band Biang Kerok. Mereka membawakan lagu-lagu populer Betawi, seperti “Sirih Kuning” dan “Si Doel Anak Betawi”.
Pada malam hari, rangkaian puncak acara dijadwalkan ditutup dengan penampilan Band Biang Kerok.