BERITA TERKINI
PT Arutmin, Pemkab Kotabaru, dan Pegiat ABK Gelar Workshop Deteksi Dini Speech Delay

PT Arutmin, Pemkab Kotabaru, dan Pegiat ABK Gelar Workshop Deteksi Dini Speech Delay

PT Arutmin Indonesia, NPLCT bersama Pemerintah Kabupaten Kotabaru dan pegiat pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Ruang Pulih Essential Healing menggelar workshop bertajuk “Speech Delay & Stimulasi Perkembangan Bicara pada Anak”. Kegiatan ini ditujukan untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai tumbuh kembang anak, khususnya terkait keterlambatan bicara.

Workshop dilaksanakan di Hotel Gallery Kotabaru, Sabtu, 3 Februari 2024. Lebih dari 70 peserta hadir dari beragam latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga, guru PAUD dan sekolah dasar, kader Posyandu, kader PKK, hingga tenaga kesehatan. Peserta berasal dari berbagai wilayah di Kotabaru.

Menurut penyelenggara, kegiatan ini bertujuan memperkuat edukasi dasar agar masyarakat mampu melakukan deteksi dini terhadap fenomena anak lambat wicara di lingkungannya. Selain itu, workshop juga mendorong kesadaran untuk mengupayakan pemenuhan hak anak penyandang lambat wicara.

Efdil Heriansyah yang mewakili pimpinan PT Arutmin Indonesia, NPLCT menyampaikan bahwa workshop tersebut merupakan bagian dari program PPM bidang kesehatan dan pendidikan. Ia menyebut penyiapan generasi sejak dini menjadi program yang akan dijalankan secara berkelanjutan, termasuk penanganan stunting dan anak berkebutuhan khusus.

Efdil juga menyoroti pentingnya dukungan bagi petugas kesehatan masyarakat di garda terdepan, seperti kader Posyandu dan bidan desa. Ia mengatakan materi yang disampaikan dalam workshop diharapkan dapat memotivasi peserta dalam mendampingi anak, memberikan stimulasi, serta menciptakan interaksi yang bermakna.

“Juga sekaligus bagaimana memahami gejala awal tumbuh kembang anak, sehingga diharapkan mampu menangani kasus lambat wicara dan pada akhirnya anak bisa berkembang sesuai dengan tahapan usianya,” ujarnya. Efdil berharap pelatihan ini menjadi sarana komunikasi positif dan pengetahuan yang diperoleh dapat dibagikan kembali saat peserta kembali ke lingkungan masing-masing.

Kepala Dinas DPPPAPPKB Kotabaru, Sri Sulistiyani, menilai workshop semacam ini membantu masyarakat memperbaiki kualitas pengasuhan. Ia menyebut hal itu bagian dari upaya perlindungan anak agar memperoleh haknya sesuai amanah Undang-Undang Perlindungan Anak.

Sri Sulistiyani berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan dan menjangkau wilayah di luar pusat kota hingga pelosok desa. Ia menyebut di daerah terdapat kader PKK, kader Posyandu, kader BKB, serta masyarakat yang memerlukan pengetahuan tentang pola asuh terkait tumbuh kembang anak. Ia juga berharap kader yang mengikuti kegiatan dapat mengimplementasikan pengetahuan tersebut dalam kegiatan terkait tumbuh kembang anak di wilayahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotabaru, Selamat Riyadi, menyampaikan apresiasi kepada PT Arutmin Indonesia, NPLCT atas penyelenggaraan workshop tersebut. Ia berharap peserta semakin memahami pengertian speech delay dan mampu mengaplikasikan pengetahuan itu dalam pengasuhan serta pendidikan anak.

Selamat Riyadi menilai kegiatan ini positif karena di masyarakat terdapat anak-anak yang mengalami kesulitan berbicara dengan berbagai faktor, seperti faktor genetik, pola asuh, maupun faktor lainnya. Ia menambahkan, dari sisi kedinasan, isu ini juga berpengaruh karena anak-anak tersebut akan memasuki jenjang sekolah dan umumnya dapat dideteksi pada usia pra sekolah atau usia dini.