Cirebon—Pendekatan empati dinilai menjadi kunci dalam membantu korban kekerasan seksual pulih secara bertahap. Pendampingan yang tepat dapat mendorong korban lebih terbuka untuk menyampaikan pengalaman yang dialami, tanpa merasa tertekan.
Psikolog klinis MHC Cirebon, Sofia Halida Fatma, menekankan pentingnya membangun ruang aman bagi korban agar muncul rasa percaya untuk bercerita secara perlahan. Menurutnya, tenaga profesional perlu menerapkan teknik komunikasi yang tepat dalam proses pendampingan.
“Kita perlu active listening dan tidak memaksakan korban untuk langsung bercerita,” ujar Sofia kepada RRI, Selasa, 21 April 2026.
Ia menjelaskan, tenaga profesional harus mampu mendengarkan dengan empati tanpa memberikan tekanan. Pendekatan yang keliru, kata dia, justru berisiko memperparah kondisi psikologis korban yang sudah mengalami trauma.
Selain membangun ruang aman, validasi perasaan korban disebut menjadi langkah penting dalam pendampingan psikologis. Korban perlu merasa diterima tanpa penilaian negatif dari lingkungan sekitar.
Sofia menegaskan sikap menyalahkan korban harus dihindari. “Korban perlu divalidasi perasaannya dan diberikan ruang aman tanpa dihakimi,” katanya.
Ia juga menyoroti budaya menyalahkan korban sebagai tantangan dalam proses pemulihan. Karena itu, edukasi kepada masyarakat diperlukan agar stigma terhadap korban dapat dikurangi secara bertahap.
Dengan pendekatan yang tepat, korban diharapkan dapat pulih secara bertahap dan menyeluruh. Kolaborasi antara tenaga profesional dan lingkungan sekitar dinilai menjadi kunci keberhasilan proses pemulihan.