Industri musik Indonesia kembali diramaikan oleh kemunculan proyek musik bernama Nonstop. Grup ini dibentuk melalui kolaborasi sejumlah musisi berpengalaman yang sebelumnya dikenal lewat berbagai band ternama di Tanah Air.
Salah satu sosok di balik Nonstop adalah Zewex, yang pernah terlibat dalam pembentukan band Karpet, sebuah grup yang muncul pada era yang sama dengan PAS Band, Koil, dan Pure Saturday. Selain itu, ada Wahyu Sudiro yang diketahui pernah menjadi bagian dari TRIAD, menambah deret pengalaman musikal dalam proyek tersebut.
Nonstop juga menonjol lewat konsep visual yang dipilih. Mereka tampil secara anonim dengan mengenakan topeng, membangun identitas panggung yang misterius. Pendekatan ini mengingatkan pada band asal Amerika, Kiss, yang dikenal dengan gaya riasan wajah khas, serta sejumlah grup di Indonesia yang mulai mengadopsi konsep serupa, seperti Sukatani.
Dari sisi musik, Nonstop menawarkan perpaduan energi rock yang kuat dengan harmoni yang kaya. Karakter tersebut disebut menjadi pembeda dibanding proyek musik lainnya.
Sebagai langkah awal memperkenalkan diri ke publik, Nonstop merilis single berjudul “Terbang Tinggi”. Lagu ini dipilih karena dinilai memiliki karakter yang mudah diterima pendengar radio di berbagai daerah. “Rasanya lagu ini paling radio friendly,” ujar drummer Nonstop, Rama Doz.
Dengan konsep yang disiapkan dan latar pengalaman para personelnya, Nonstop hadir sebagai proyek yang berupaya menghadirkan warna baru di industri musik nasional.