Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri dua agenda dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026. Dua kegiatan tersebut rencananya berlangsung di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, serta di Nganjuk, Jawa Timur.
Rencana kehadiran Presiden itu disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea usai menghadiri kegiatan halalbihalal buruh bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Tangerang, Selasa. Andi Gani mengatakan, dirinya telah dipanggil Presiden sekitar dua minggu sebelumnya untuk membahas agenda May Day.
Menurut Andi Gani, Presiden Prabowo dijadwalkan berada di Monas pada pukul 08.00 WIB untuk merayakan May Day bersama sekitar 200.000 buruh. Dalam kesempatan itu, Presiden juga direncanakan menyampaikan pidato kenegaraan.
Setelah rangkaian acara di Monas, Presiden disebut akan melanjutkan perjalanan ke Nganjuk bersama Kapolri serta para pimpinan konfederasi dan federasi buruh dari seluruh Indonesia. Andi Gani menyebut jumlah pimpinan buruh yang ikut sekitar 115 orang.
Di Nganjuk, agenda yang direncanakan adalah peresmian Museum Ibu Marsinah yang disebut sebagai monumen perjuangan kaum buruh.
Andi Gani menilai peringatan May Day menjadi bagian dari rangkaian perjuangan untuk mengawal berbagai peraturan terkait kesejahteraan buruh serta kebangkitan industri di Indonesia di berbagai sektor. Ia menyebut, pada momentum tersebut pihaknya bersama pemerintah akan membahas lebih jauh mengenai kesejahteraan dan kebijakan yang mendukung kaum buruh.
Ia juga mengatakan telah bertemu dengan sejumlah petinggi negara untuk membahas beberapa hal, dan menyebut Presiden akan menyampaikan pengumuman langsung terkait peningkatan kesejahteraan buruh serta kebijakan lainnya setelah kembali dari kunjungan luar negeri.
Dalam kesempatan yang sama, KSPSI turut menyampaikan apresiasi kepada Polri atas bantuan dalam penuntasan tiga kasus besar pemutusan hubungan kerja (PHK). Andi Gani menyebut, salah satunya terkait kasus PHK di PT Tarumartani Yogyakarta yang sempat viral, serta pemutusan kerja massal di PT Daicheng di Bekasi, yang disebut telah tuntas.