BERITA TERKINI
Pradana Ricardo Juara Lomba Esai Nasional, Angkat Esensi Kurban dalam Kearifan Lokal di Masa Pandemi

Pradana Ricardo Juara Lomba Esai Nasional, Angkat Esensi Kurban dalam Kearifan Lokal di Masa Pandemi

Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Pradana Ricardo, meraih juara pertama lomba menulis esai yang digelar Departemen Syiar Strategis Keluarga Muslim Psikologi (KMP) Universitas Gadjah Mada (UGM), pekan lalu. Karyanya menyoroti esensi ibadah kurban yang dinilai tidak berhenti pada penyembelihan hewan, melainkan menekankan keikhlasan.

Ricardo, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia angkatan 2019, menulis esai berjudul Menelisik Esensi Kurban dalam Bingkai Kearifan Lokal di Tengah Pandemi Virus Corona. Ia mengaku mengetahui informasi lomba dari temannya di Psikologi UGM, lalu tertarik untuk mencoba mengikuti kompetisi tersebut.

Dalam penulisan esainya, Ricardo memilih menggunakan pendekatan filosofi Jawa untuk mengulas makna berkurban. Ia menyusun gagasan melalui riset, membaca literatur, mengikuti seminar daring, serta berdiskusi dengan dosen. Dari proses itu, ia memilih falsafah memayu hayuning bawana ambrasta dur hangkara karena menilai maknanya sejalan dengan nilai-nilai yang semestinya dihayati dalam ibadah kurban.

Ia menjelaskan, filosofi tersebut dipilih lantaran dianggap mewakili esensi pelaksanaan kurban. Melalui kerangka itu, ia berupaya menggali sikap yang semestinya dibangun manusia ketika berkurban.

Ricardo juga mengangkat fenomena narasi di masyarakat yang mengaitkan kurban dengan imbalan “kendaraan” saat menyeberangi jembatan shiratal mustaqim. Menurutnya, narasi semacam itu membuat sebagian orang memaknai besarnya hewan kurban sebagai ukuran utama nilai ibadah dan ganjaran yang akan diperoleh.

Dari diskusi dengan teman-temannya, ia melihat adanya pergeseran makna yang tidak selaras dengan tujuan kurban. Ia menilai ibadah yang seharusnya mengangkat nilai keikhlasan dapat bergeser menjadi ajang perlombaan ukuran hewan. Pandangan tersebut kemudian menginspirasi Ricardo untuk mengangkat isu itu dalam bentuk esai.

Melalui karyanya, Ricardo ingin menegaskan pentingnya memahami nilai-nilai yang seharusnya dihayati dalam beribadah, termasuk dalam ibadah kurban. Ia menekankan agar pelaksanaan kurban tidak didorong oleh sifat serakah, tamak, atau egois, melainkan mengutamakan kelurusan niat dan keikhlasan hati.

Dalam proses penyusunan esai, Ricardo menyebut durasi yang singkat menjadi tantangan. Namun, dukungan dosen, teman, serta kakak tingkat di unit kegiatan mahasiswa (UKM) Keilmiahan di lingkungan FIB—Sarasati Community (SSC)—dan tingkat universitas melalui Studi Ilmiah Mahasiswa (SIM), membantunya memantapkan langkah mengikuti lomba.

Ia juga mengapresiasi masukan yang diterima, termasuk dari kepala Program Studi Sastra Indonesia. Menurutnya, budaya konsultasi dan diskusi dengan dosen saat mengikuti lomba menjadi penyemangat untuk terus berprestasi sekaligus membangun kedekatan hubungan akademik yang baik.

Ricardo mengatakan tidak ingin berhenti pada capaian tersebut. Mahasiswa yang akan memasuki semester tiga itu mengaku tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti sejumlah perlombaan dalam waktu dekat, sembari terus menekuni minatnya menulis dan berkarya. Ia juga menyampaikan cita-citanya untuk menjadi peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), khususnya di bidang kebudayaan.