Plataran Indonesia memperkenalkan HOPE (Home of Peaceful Escape), konsep menginap berbasis wellness yang menekankan pengalaman perjalanan lebih menyeluruh. Inisiatif ini disebut sebagai respons terhadap perubahan preferensi wisatawan yang kini cenderung mencari perjalanan yang lebih tenang, personal, dan berorientasi pada kesejahteraan.
Melalui HOPE, Plataran mengembangkan pengalaman hospitality yang terintegrasi antara alam, budaya, dan relaksasi. Founder dan CEO Plataran Indonesia, Yozua Makes, menyampaikan bahwa konsep tersebut dirancang sebagai ruang bagi tamu untuk menemukan kembali keseimbangan di tengah dinamika kehidupan.
“Di Plataran, kami berupaya untuk tetap positif sekaligus realistis dalam menghadapi dinamika dunia saat ini. Melalui HOPE, kami mengundang tamu untuk merasakan pengalaman menginap yang mendukung keseimbangan tubuh dan pikiran,” ujar Yozua dalam siaran pers kepada Marketeers, Rabu (1/4/2026).
Menurut Plataran, HOPE tidak hanya berfokus pada kenyamanan menginap, tetapi juga menekankan pengalaman yang lebih bermakna secara menyeluruh. Konsep ini dihadirkan di sejumlah destinasi utama Plataran, mulai dari Borobudur, Bromo, hingga Komodo, dengan karakter lanskap yang beragam.
Setiap lokasi menawarkan pengalaman yang dirancang secara personal, dengan fleksibilitas sebagai elemen utama. Tamu tidak terikat pada program yang kaku dan dapat menyesuaikan aktivitas sesuai kebutuhan, mulai dari kegiatan luar ruang hingga aktivitas sederhana yang selaras dengan lingkungan sekitar.
Selain menyasar individu dan pasangan, HOPE juga diarahkan untuk keluarga serta kebutuhan korporasi, termasuk C-suite retreat. Plataran memadukan akomodasi, aktivitas wellness, dan pengalaman budaya untuk menghadirkan pengalaman yang lebih restoratif.
Plataran menyatakan HOPE turut mencerminkan filosofi “Hospitality with Impact” yang mereka usung. Setiap pengalaman dirancang agar berkontribusi pada pelestarian lingkungan, keberlanjutan budaya, serta pemberdayaan komunitas lokal.
Melalui pendekatan tersebut, Plataran menempatkan pengalaman menginap tidak hanya sebagai layanan, tetapi juga bagian dari ekosistem yang lebih luas. Strategi ini sekaligus ditujukan untuk menjawab tren pariwisata yang semakin menekankan kualitas pengalaman dan nilai jangka panjang.

