BERITA TERKINI
PIB College Gelar Workshop Memasak Berbasis TCM untuk Dukung Wellness Tourism

PIB College Gelar Workshop Memasak Berbasis TCM untuk Dukung Wellness Tourism

Politeknik Internasional Bali (PIB) College bersama Bali Mandarin Academy dan Bama Karya Usada menggelar Traditional Chinese Medicine (TCM) Cooking Workshop for Wellness Tourism. Program ini dirancang sebagai pembelajaran terpadu yang menggabungkan aspek kuliner, kesehatan, dan pariwisata melalui rangkaian praktik aplikatif.

Workshop dipandu dr. Lin Yingjie dari Third Affiliated Hospital of Sun Yat-sen University. Dalam kegiatan tersebut, ia membagikan wawasan mengenai pengobatan tradisional Tiongkok dengan pendekatan kuliner berbasis kesehatan.

Melalui sesi praktik langsung, peserta diajak memahami penerapan prinsip-prinsip TCM dalam proses pengolahan makanan. Materi berfokus pada upaya menjaga keseimbangan tubuh dan meningkatkan kualitas kesehatan secara alami melalui pilihan bahan serta teknik memasak.

Kegiatan ini disebut menjadi bagian dari komitmen PIB College untuk menghadirkan pendidikan yang relevan secara global dengan mengintegrasikan budaya, kebutuhan industri, dan kolaborasi internasional. Program tersebut juga dikaitkan dengan perkembangan wellness tourism yang disebut sebagai salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat dalam industri pariwisata dunia.

Selain mempelajari teknik memasak berbasis TCM, peserta juga memperoleh wawasan mengenai konsep wellness dalam industri pariwisata, termasuk pengalaman pengembangan pusat pendidikan wellness tourism di Bali.

Direktur PIB College Prof. Dr. Ir. Anastasia Sulistyawati menyatakan kehadiran dr. Lin Yingjie menjadi langkah strategis untuk memperkuat integrasi ilmu kuliner dan kesehatan. Menurutnya, perpaduan keduanya dapat menghasilkan produk kuliner yang tidak hanya lezat, tetapi juga menyehatkan serta mendukung pencegahan penyakit.

Director of Partnership & Event PIB College, Made Herry Erika Sedana, menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong PIB College menuju institusi bertaraf internasional sekaligus menjadi pusat pengembangan wellness tourism di Bali. Ia juga menyebut prospek wellness tourism besar dan pihaknya ingin berperan melalui kolaborasi internasional, termasuk menghadirkan narasumber dari China.

Workshop turut didukung Desa Wisata Jatiluwih sebagai bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan destinasi pariwisata. Sejumlah pemangku kepentingan industri juga terlibat, di antaranya Kabid Destinasi Pariwisata Tabanan, Indonesia Pastry Alliance (IPA) Bali, ASITA Bali, IFBEC Bali, Rumah Sakit Dharma Usadha Sidhi, serta Natya Hotel Tanah Lot.