BERITA TERKINI
Pertunjukan Makan Malam 90 Menit di Kota Ho Chi Minh Sajikan Musik Tradisional Vietnam dan Menu Tiga Wilayah

Pertunjukan Makan Malam 90 Menit di Kota Ho Chi Minh Sajikan Musik Tradisional Vietnam dan Menu Tiga Wilayah

Model wisata malam yang menggabungkan kuliner dan hiburan semakin mendapat tempat di Vietnam, khususnya di Kota Ho Chi Minh. Dalam format pertunjukan makan malam berdurasi 90 menit, penonton diajak menikmati rangkaian hidangan sembari menyaksikan permainan puluhan alat musik tradisional Vietnam dalam satu panggung.

Hannah Levy, warga negara Inggris, mengaku mengetahui acara tersebut dari media sosial. Ia dan temannya memutuskan datang setelah melakukan perjalanan dari Vietnam Utara ke Kota Ho Chi Minh. Hannah mengatakan ia terkesan dengan keberagaman alat musik yang ditampilkan serta kemampuan para penampil memainkan beberapa instrumen sekaligus.

“Musiknya bagus, dan lebih menarik lagi melihat alat musik yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Yang paling membuat saya terkesan adalah setiap artis dapat memainkan 4-5 alat musik yang berbeda; itu sangat menginspirasi. Selain itu, makanannya cukup lezat, terutama nasi ayamnya. Saat menonton pertunjukan itu, saya merasa seperti sedang menikmati cita rasa dari setiap daerah,” kata Hannah.

Model kuliner dan hiburan seperti ini mulai muncul di Vietnam pada akhir 2014, dengan pertunjukan yang terkonsentrasi di Kota Ho Chi Minh. Konsepnya disebut berakar dari tradisi jamuan mewah bangsawan Eropa pada abad pertengahan yang memadukan makanan dan hiburan melalui pertunjukan musik. Dalam beberapa tahun terakhir, format yang awalnya sederhana disebut berkembang menjadi produk budaya multisensori.

Di Saigon, salah satu contoh modernnya adalah Chào Show, program yang menghubungkan budaya Vietnam melalui musik, visual, dan kuliner. Pertunjukan ini digelar setiap malam pukul 19.00 hingga 20.30, kecuali hari Senin. Harga tiket all-inclusive disebut sekitar 1,3 juta VND per orang.

Selama 90 menit pertunjukan, penonton diajak “menjelajahi” Vietnam dari Utara ke Selatan. Bapak Tran Minh Hoang, perwakilan program tersebut, mengatakan gagasan ini berawal dari keinginan menciptakan produk wisata malam yang mendalam sekaligus menghormati nilai-nilai tradisional. Tim memilih gaya pertunjukan modern agar lebih mudah menjangkau publik, terutama wisatawan internasional. Menurutnya, program ini digagas lima tahun sebelum peluncuran resminya.

Daya tariknya juga menjangkau Generasi Z. Quoc Hung, wisatawan dari Da Nang, datang bersama dua temannya khusus untuk menonton pertunjukan tersebut di Kota Ho Chi Minh. Ia menyebut rasa penasaran pada alat musik tradisional menjadi alasan utama mereka hadir.

“Kami sangat penasaran dengan alat musik tradisional. Ini adalah pertama kalinya seluruh kelompok melihat pertunjukan langsung, dan itu adalah pengalaman visual yang menakjubkan dan membuat kami bangga akan budaya Vietnam. Kami merasa seperti sedang melakukan perjalanan bersama, menjelajahi ketiga wilayah Vietnam. Setiap wilayah memiliki pengalaman kuliner uniknya sendiri. Namun, beberapa lagu di awal memiliki tempo yang lambat, yang dapat dengan mudah mengurangi dampak emosionalnya,” kata Hung.

Rangkaian acara dibuka saat lampu meredup, dengan suguhan teh kacang hitam panggang, anggur aprikot Yen Tu, serta apel liar. Setelah itu, perjalanan kuliner melalui tiga wilayah Vietnam disajikan dalam menu set yang terdiri atas lima hidangan pembuka, dua hidangan utama, dan satu set hidangan penutup.