BERITA TERKINI
Pemulihan Properti Diproyeksi Bertahap, Perkantoran dan Mal Butuh Waktu Lebih Lama

Pemulihan Properti Diproyeksi Bertahap, Perkantoran dan Mal Butuh Waktu Lebih Lama

Industri properti diperkirakan mulai memasuki fase kebangkitan pada 2021 seiring penanganan Covid-19. Namun, pemulihan dinilai tidak merata di semua subsektor. Perkantoran dan pusat perbelanjaan diprediksi membutuhkan waktu lebih panjang untuk kembali pulih dibandingkan subsektor lain.

Vaksin dan keyakinan pasar dinilai jadi pendorong

Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida menyatakan, efektivitas vaksin Covid-19 dapat mempercepat pemulihan sektor properti. Pelaku usaha, menurut dia, menunggu kepastian penanganan Covid-19 yang diharapkan mampu menggerakkan perekonomian.

Senada, Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto menilai kedatangan vaksin mendorong kepercayaan pelaku usaha dan pasar, termasuk di sektor properti. Ia menyebut tingkat keyakinan konsumen serta pemulihan ekonomi yang sejalan dengan aktivitas bisnis akan berkontribusi terhadap pemulihan sektor tersebut.

Segmen menengah menguat, pasar dinilai bergeser

Selama pandemi, pasar properti segmen menengah cenderung meningkat, terutama rumah pada rentang harga Rp 300 juta hingga Rp 1 miliar per unit yang disebut naik 83 persen. Segmen ini diperkirakan tetap dipertahankan pada 2021 untuk mengerek segmen menengah ke atas seperti rumah dan apartemen mewah, serta segmen bawah.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda memperkirakan pola pasar properti belum stabil karena sangat bergantung pada kebijakan pembatasan sosial berskala besar. Ketidakstabilan dinilai masih akan terlihat hingga semester I-2021. Ia juga menilai tren pasar perumahan terus bergeser ke segmen menengah ke bawah, meski potensi ada di segmen menengah atas yang memiliki daya beli.

Pusat belanja diprediksi stagnan, konsep perlu berubah

Untuk subsektor pusat perbelanjaan, Paulus memperkirakan pasar masih stagnan karena tren belanja masyarakat bergeser ke kanal daring. Menurut dia, pandemi mengubah kebiasaan masyarakat yang tidak lagi pergi ke mal untuk berjalan-jalan, melainkan untuk memenuhi kebutuhan. Karena itu, ia menilai mal perlu mengubah konsep agar kembali menarik kunjungan.

Industri dan logistik lebih cepat pulih

Colliers menilai kawasan industri dan logistik berpeluang bangkit lebih cepat dibanding subsektor properti lainnya. Selama pandemi, industri logistik disebut terus tumbuh dan diperkuat oleh berkembangnya e-dagang, sehingga kebutuhan penyimpanan dan distribusi barang meningkat.

Sejalan dengan kondisi tersebut, minat pengembang untuk menggarap pergudangan disebut terus meningkat. Ferry menyatakan ada peluang pemulihan, sehingga sebagian pelaku menyiapkan fasilitas pergudangan sejak sekarang.

Perkantoran tertekan, pemulihan diproyeksi 2–3 tahun

Berbeda dengan logistik, subsektor perkantoran diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Sewa ruang perkantoran diprediksi menurun karena perusahaan masih memerlukan waktu untuk pulih dan pola bekerja dari rumah (WFH) dinilai efektif.

Muncul pula tren perusahaan mengurangi kebutuhan ruang sewa serta mengefisienkan penggunaan kantor melalui meja bersama dan pengaturan jadwal kehadiran karyawan. Di saat kebutuhan cenderung berkurang, suplai gedung perkantoran masih bertambah hingga 2020, sehingga pertumbuhan bisnis perkantoran dinilai tetap tertekan. Pemulihan diperkirakan baru mulai terlihat dalam 2–3 tahun mendatang.

Data suplai perkantoran hingga 2022

Berdasarkan data Colliers International Indonesia, kelebihan suplai ruang perkantoran diperkirakan berlangsung hingga 2022. Pada 2020, suplai ruang perkantoran di DKI Jakarta mencapai 500.000 meter persegi, tumbuh 3 persen dibandingkan 2019. Untuk 2021, suplai baru diperkirakan 300.000 meter persegi, sedangkan pada 2022 berkisar 200.000 meter persegi.

Pemulihan dinilai berlangsung bertahap

Ferry menekankan pemulihan pasar properti akan terjadi secara bertahap dan mulai terlihat seiring distribusi vaksin yang lebih merata. Menurut dia, pemulihan akan bergerak gradual, tidak hanya dipengaruhi aktivitas masyarakat, tetapi juga korporasi serta belanja pemerintah yang turut menggerakkan sektor properti.