BERITA TERKINI
Pemkot Jambi Gelar Festival Gelembung Bahagia, Dorong Pengenalan Sains Sejak Dini

Pemkot Jambi Gelar Festival Gelembung Bahagia, Dorong Pengenalan Sains Sejak Dini

Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi kembali menegaskan komitmennya mewujudkan kota yang ramah dan inklusif bagi anak melalui Festival Permainan Sains Gelembung Bahagia. Kegiatan bertema “Mengenalkan Sains Sejak Dini untuk Generasi Cerdas, Kreatif, dan Bahagia” itu digelar di lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi, Senin pagi (29/9/2025).

Festival edukatif yang dikemas atraktif tersebut diikuti sekitar 1.500 anak dari jenjang PAUD, TK, TPA, dan SPS se-Kota Jambi. Melalui permainan dan aktivitas sederhana, anak-anak diajak mengenal sains dengan cara yang menyenangkan, kreatif, dan penuh keceriaan.

Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. dan Bunda PAUD Kota Jambi Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG. hadir langsung bersama ribuan peserta. Keduanya membuka acara secara resmi yang ditandai dengan pelepasan balon ke udara, disambut sorak gembira anak-anak.

Sejumlah pejabat dan undangan turut hadir, antara lain Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi Martua Muda Siregar, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Jambi Budi Hartono, Ketua DWP Kota Jambi Sri Hartati Ridwan, Kepala Dinas Pendidikan Mulyadi beserta jajaran Pemkot Jambi, Bunda PAUD tingkat kecamatan, serta mitra PAUD se-Kota Jambi.

Dalam sambutannya, Maulana menekankan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi sebagai tiga sektor penting yang menjadi pilar peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ia menyebut IPM Kota Jambi saat ini mencapai 81,77 persen dan Pemkot akan terus memperkuat tiga sektor tersebut.

“Tentunya hari ini kami sangat bahagia dengan terselenggaranya Festival Gelembung ini. Kegiatan ini tidak hanya membahagiakan, tetapi juga memiliki makna besar dalam meningkatkan kemampuan, kreativitas, dan keceriaan anak-anak kita,” ujar Maulana.

Ia menilai festival ini memiliki makna penting untuk memperkaya pembelajaran dan pengalaman bermain anak di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Menurutnya, program tersebut tidak hanya menyemangati anak-anak, tetapi juga memotivasi orang tua dan keluarga untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Maulana juga menyampaikan target Pemkot agar anak usia PAUD memperoleh ruang pendidikan optimal dengan capaian partisipasi 100 persen. Ia mengatakan, ke depan PAUD Negeri akan dihadirkan di setiap kecamatan di Kota Jambi agar masyarakat kurang mampu dapat merasakan fasilitas pendidikan yang layak, termasuk dukungan biaya dan perlengkapan sekolah seperti seragam yang dapat dinikmati secara gratis.

Ia menambahkan, tingkat partisipasi PAUD usia 5 hingga 6 tahun di Kota Jambi saat ini telah mencapai 85 persen dengan target 100 persen. Target tersebut, menurutnya, sejalan dengan upaya Bunda PAUD Kota Jambi yang telah mendorong hadirnya lima PAUD Negeri di Kota Jambi.

Maulana menegaskan pendidikan tidak hanya dimulai saat anak masuk sekolah, melainkan sudah sejak dalam kandungan. Ia menyoroti pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan sebagai fondasi tumbuh kembang anak.

Kepada para orang tua, Maulana mengingatkan agar memberi perhatian serius pada pendidikan anak sejak dini. Ia juga berpesan agar pendidikan umum diimbangi dengan pendidikan agama sesuai keyakinan masing-masing.

Selain itu, Maulana menyebut Pemkot Jambi telah menjalankan program pendidikan inklusi, di mana tidak ada perbedaan perlakuan antara anak berkebutuhan khusus dengan anak lainnya di sekolah. Ia mengatakan anak berkebutuhan khusus akan didampingi guru yang siap mendidik dengan penuh kesabaran.

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Jambi Nadiyah Maulana menyampaikan festival ini menjadi sarana untuk menstimulasi kemampuan anak melalui konsep belajar sambil bermain. Ia menilai tantangan anak saat ini berbeda sehingga pengenalan STEM perlu dilakukan dengan cara yang menyenangkan, salah satunya melalui permainan gelembung sabun.

“Dari permainan sederhana ini, anak-anak bisa belajar bahwa air yang dicampur sabun dapat menghasilkan gelembung, dan mereka juga dapat memahami bagaimana gelembung tercipta dengan menggunakan alat-alat sederhana,” ujar Nadiyah.

Ia berharap orang tua dan guru dapat memberi penjelasan melalui permainan interaktif untuk menggali potensi anak. Nadiyah juga mendorong guru menerapkan konsep STEM sederhana dalam pembelajaran, sehingga anak dapat memahami konsep ilmu melalui aktivitas bermain.

Nadiyah menambahkan program “Bunda PAUD Bahagia” akan terus didorong agar seluruh anak usia dini dapat mengakses layanan pendidikan yang layak, dengan target 100 persen anak PAUD di Kota Jambi memperoleh pendidikan berkualitas dan menyenangkan. Ia juga menyatakan komitmennya menyukseskan program wajib belajar 13 tahun, termasuk mendorong anak mengikuti PAUD minimal satu tahun sebelum masuk SD.

Ia mengimbau keluarga yang memiliki anak usia 5–6 tahun namun belum bersekolah di PAUD agar segera mendaftarkan. Nadiyah juga mempersilakan masyarakat melapor melalui akun Instagram miliknya maupun akun resmi Bunda PAUD Kota Jambi untuk dicarikan solusi bersama.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi Mulyadi menjelaskan festival ini bertujuan meningkatkan minat dan rasa ingin tahu anak terhadap fenomena sains, mengembangkan kemampuan motorik halus dan kasar, serta mempererat hubungan sosial antar anak, guru, dan orang tua. Menurutnya, pendidikan sains pada jenjang PAUD menjadi kebutuhan penting, namun pengenalannya harus sesuai dunia anak, yakni melalui bermain.

Rangkaian pembukaan festival juga dimeriahkan dengan pengundian doorprize. Riuh sorak anak-anak dan tepuk tangan orang tua menambah hangat suasana, menjadikan festival tersebut tidak hanya sebagai ruang belajar dan bermain, tetapi juga ajang kebersamaan bagi peserta.