Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah terus mendorong pemulihan sektor kopi setelah bencana hidrometeorologi melanda wilayah tersebut. Upaya ini dibahas dalam audiensi antara Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar dan Wakil Bupati Armia dengan Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI).
Pertemuan digelar pada Senin (13/4/2026) di pendopo bupati. Dalam audiensi itu, Direktur Eksekutif SCOPI Ade Aryani memaparkan sejumlah agenda yang dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan Kopi Gayo sebagai komoditas unggulan daerah.
SCOPI menyampaikan tiga agenda utama pemulihan. Pertama, pengumpulan data serta berbagi temuan mengenai dampak bencana terhadap petani, kebun, dan rantai pasok kopi. Data tersebut disebut akan menjadi dasar penyusunan rencana pemulihan jangka panjang yang lebih terarah.
Kedua, eksplorasi peluang kolaborasi dan sinergi program, termasuk dukungan rehabilitasi kebun serta penguatan rantai nilai kopi agar tetap berkelanjutan. Ketiga, monitoring dan evaluasi bersama terhadap pelaksanaan Program Coffee Master Trainer Upgrade (Coffee MUG) yang memasuki tahun terakhir implementasi, guna memastikan efektivitas program tetap terjaga di tengah disrupsi akibat bencana.
Bupati Tagore menegaskan kopi merupakan tulang punggung perekonomian Bener Meriah dan menyangkut hajat hidup ribuan petani. Ia menyatakan pemerintah daerah menyambut dukungan SCOPI dan siap berkolaborasi secara konkret.
Menurut Tagore, rehabilitasi kebun, pendampingan petani, dan penguatan rantai nilai kopi perlu segera dipercepat agar petani dapat bangkit lebih cepat dan memiliki ketahanan menghadapi tantangan ke depan. Pemkab Bener Meriah dan SCOPI pun menyatakan komitmen untuk memperkuat kemitraan demi menjaga keberlanjutan Kopi Gayo sekaligus mendukung ekonomi petani.