BERITA TERKINI
Pemerintah Susun Lima Agenda Utama untuk Lepas dari Jebakan Pendapatan Menengah

Pemerintah Susun Lima Agenda Utama untuk Lepas dari Jebakan Pendapatan Menengah

JAKARTA — Pemerintah menyiapkan lima agenda utama sebagai peta jalan agar Indonesia dapat keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle-income trap). Lima agenda tersebut ditekankan untuk dijalankan secara konsisten dan berkesinambungan.

Paparan itu disampaikan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam closing remarks Tutur Economic Dialogue (TREND) 2026 bertajuk Unlocking Growth in the Middle-Income Trap yang digelar Tutur Media Digital di Hotel Le Meridien Jakarta, Selasa (7/4/2026). Agenda tersebut juga menjadi momentum soft launching Tutur Media Digital.

TREND 2026 dikemas dalam diskusi lintas sektor yang menghadirkan 11 pembicara, antara lain Direktur Perencanaan Ekonomi Makro dan Pengembangan Model Pembangunan Bappenas Ibnu Yahya, ekonom senior Universitas Paramadina Wijayanto Samirin, CEO Katadata Metta Dharmasaputra, serta Dirjen Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno. Pembicara lain meliputi Ketua Umum Forum Industri Nikel Indonesia Arif Perdana Kusumah, Ketua Umum Periklindo Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, COO Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Saleh Husin, Ketua Gapki M Fadhil Hasan, Wamenkomdigi Nezar Patria, serta Direktur IT PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Faizal Rochmad Djoemadi.

Suahasil menjelaskan, agenda pertama adalah mendorong peningkatan produktivitas tenaga kerja. Agenda kedua, pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada akses layanan dasar. Agenda ketiga, reformasi institusional, termasuk birokrasi dan regulasi yang berdampak nyata terhadap iklim investasi.

Agenda keempat diarahkan pada kebijakan yang tepat sasaran. Adapun agenda kelima menitikberatkan pada stabilitas sebagai fondasi keberlanjutan pembangunan. “Transformasi kelembagaan sangat penting agar institusi mampu bekerja efektif dan menjaga kepercayaan investor,” ujar Suahasil.

Menurut dia, ketidakpastian global justru menjadi alasan bagi Indonesia untuk memperkuat fondasi pembangunan secara konsisten. Tanpa langkah strategis yang konsisten, Indonesia dinilai berisiko terjebak dalam stagnasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan masuk middle-income trap.

“Kunci utamanya adalah konsistensi dalam menjalankan kelima agenda ini, serta menerjemahkannya dalam kebijakan pemerintah dan APBN di setiap periode,” tutur Suahasil.

Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan sebagian besar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia telah memasuki tahap digitalisasi dasar. Namun, ia menilai tantangan berikutnya adalah meningkatkan produktivitas dan daya saing. “Tantangan berikutnya adalah meningkatkan produktivitas dan daya saing,” tegasnya.

Nezar menyebut transformasi digital perlu diarahkan untuk mendukung visi Indonesia Digital 2045. Dalam lima tahun ke depan, pemerintah menargetkan terciptanya “konektivitas yang bermakna”, yakni akses digital yang benar-benar mendorong aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga infrastruktur telekomunikasi dan ekosistem digital agar transformasi berjalan optimal dan saling terintegrasi.

Di kesempatan yang sama, President Commissioner sekaligus Director of Content Tutur Media Digital Don Bosco Selamun memperkenalkan Tutur sebagai platform media yang, menurutnya, tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun cara berpikir publik yang jernih dan reflektif.

“Kami percaya yang dibutuhkan hari ini bukan sekadar informasi, tetapi informasi yang bermakna,” ujar Don Bosco. Ia menambahkan, Tutur hadir dengan semangat independensi dan komitmen menjaga integritas di tengah derasnya arus informasi.

Don Bosco menyebut rangkaian diskusi dan peluncuran media baru dalam TREND 2026 tidak hanya menjadi forum pertukaran gagasan ekonomi, tetapi juga menandai lahirnya ekosistem informasi yang lebih sehat dan relevan bagi publik Indonesia.