Malam pembukaan Piala Dunia 2026 diwarnai rangkaian pertunjukan musik meriah yang menampilkan musisi dari berbagai negara dan genre. Sejumlah artis tampil dalam upacara yang juga memuat parade bendera dari 48 negara peserta turnamen, yang tahun ini digelar oleh tiga tuan rumah bersama: Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada.
Penyanyi dan penulis lagu asal Tlaxiaco, Oaxaca, Lila Downs membuka rangkaian acara dengan menyapa penggemar dan pemain dalam bahasa Spanyol, Inggris, serta dua bahasa lokal, Mixtec dan Nahuatl. Mengenakan huipil putih tradisional dengan hiasan ungu muda, Downs menyampaikan sambutan kepada penonton dunia, menekankan keberagaman dan warisan budaya Meksiko. Downs diketahui memiliki ibu keturunan Mixtec dan ayah keturunan Skotlandia-Amerika, serta menyatakan kedekatannya dengan tim nasional Meksiko.
Shakira turut memeriahkan upacara pembukaan dengan membawakan “Dai Dai,” lagu resmi turnamen, bersama Burna Boy. Penyanyi asal Kolombia itu sebelumnya juga tampil dalam rangkaian Piala Dunia 2006 di Jerman, 2010 di Afrika Selatan, dan 2014 di Brasil. Ia dijadwalkan tampil pada pertunjukan paruh waktu pertama final Piala Dunia pada 19 Juli di Stadion MetLife, New Jersey, bersama Madonna dan BTS.
Grup rock Meksiko Maná memicu antusiasme penonton lewat lagu “Oye Mi Amor,” diiringi penari bergaya pra-Hispanik yang menggerakkan hiasan kepala berbulu mengikuti irama. Band yang dibentuk pada 1986 itu disebut telah menjual lebih dari 40 juta rekaman.
Nuansa cumbia hadir melalui Los Ángeles Azules yang membawakan “Por Ella” bersama Belinda, salah satu lagu energik dalam album resmi Piala Dunia FIFA. Grup yang dibentuk pada pertengahan 1970-an oleh kakak beradik Mejía Avante itu berasal dari Iztapalapa, distrik kelas pekerja di Kota Meksiko, dan dikenal dengan motto “Dari Iztapalapa ke dunia!”
J Balvin tampil dengan energi tinggi. Ia muncul di atas mobil kardus untuk membawakan “Que Calor,” lalu berkolaborasi dengan Ryan Castro lewat “Una A La Vez,” sebelum menutup penampilannya dengan “I Like It,” lagu hit yang sebelumnya ia rilis bersama Cardi B dan Bad Bunny. Danny Ocean juga tampil membawakan “Partidazo,” dikelilingi penari berkostum terinspirasi busana tradisional Jalisco yang ditata ulang dengan sentuhan modern berupa pakaian berkerudung.
Di sela rangkaian pertunjukan, penonton juga disuguhi kemunculan dua karakter Labubu yang mengenakan jersey sepak bola. Satu karakter berwarna cokelat memakai jersey nomor 10 bertuliskan “The Monsters,” sementara satu lainnya mengenakan jersey dengan logo Piala Dunia 2026.
Sentuhan Hollywood hadir melalui aktris dan produser Salma Hayek yang memberikan pidato sambutan singkat dalam parade perdana Piala Dunia. Dalam bahasa Spanyol, Hayek—yang lahir di Veracruz, Meksiko—menyampaikan bahwa rakyat Meksiko merasa terhormat menjadi lokasi pertandingan pertama dalam tradisi sepak bola yang menyatukan banyak pihak. Hayek juga disebut telah ditunjuk sebagai duta Piala Dunia 2026.
Kolaborasi lintas genre berlanjut saat tenor Italia Andrea Bocelli dan bintang Korea Selatan EJAE membawakan “DNA,” lagu tema resmi turnamen tersebut. DJ dan produser Prancis David Guetta bergabung dalam parade bendera nasional, menandai perpaduan opera klasik, K-pop, dan musik elektronik dalam momen yang melibatkan 48 tim peserta.
Menjelang pertandingan dimulai, Tyla dan Alejandro Fernández dipilih untuk membawakan lagu kebangsaan Afrika Selatan dan Meksiko. Tyla disebut memenangkan Grammy Award pertamanya pada 2024 untuk kategori Penampilan Afrika Terbaik dan menjadi artis Afrika termuda yang pernah meraih Grammy. Sementara Alejandro Fernández, yang dikenal sebagai “Potrillo” dan merupakan putra mendiang Vicente Fernández, dikenal lekat dengan musik tradisional Meksiko. Dalam album resmi Piala Dunia FIFA, ia membawakan lagu “Mi México Lindo.”