Penyanyi muda asal Malang, Lysa Belmar, merilis single terbaru berjudul Too Late to Hold On. Lagu ini disebut sebagai salah satu karya paling personal yang pernah ia tulis karena lahir dari periode yang tidak mudah dalam hidupnya.
Lysa, yang memiliki nama lengkap Vasilysa Stefanovna Wibowo, mengungkapkan lagu tersebut mulai tercipta ketika ia mengikuti ajang Indonesian Idol XIII di Jakarta. Di tengah proses kompetisi, ia harus menerima kenyataan tereliminasi pada babak kedua atau Eliminasi 1.
Pengalaman itu kemudian menjadi titik awal lahirnya karya baru. Saat kembali ke rumah keluarganya, Lysa menyalurkan perasaan yang ia alami melalui lagu yang kemudian diberi judul Too Late to Hold On.
“Lagu ini saya tulis saat berada di salah satu momen paling sulit dalam hidup saya. Setelah dinyatakan tidak lolos, saya menghabiskan waktu di kamar dan mulai menulis tentang perasaan kehilangan dan penyesalan yang saat itu saya rasakan,” kata Lysa.
Musik telah menjadi bagian dari kehidupan Lysa sejak kecil. Ia mulai bernyanyi pada usia empat tahun dan mengikuti sejumlah ajang pencarian bakat nasional, antara lain The Voice Kids Indonesia Season 4, Indonesian Idol Junior 2018, hingga Indonesian Idol XIII.
Meski sudah lama berkecimpung di dunia tarik suara, Lysa baru resmi memulai debut sebagai solois pada 2025 melalui single I’m the Problem. Dalam karya tersebut, ia menulis sekaligus mengomposisikan lagu sendiri.
Lysa menyebut ketertarikannya pada musik tumbuh dari kebiasaan mendengarkan lagu-lagu pop Barat era 2010-an. Ia menyebut Taylor Swift, Avril Lavigne, dan Calum Scott sebagai inspirasi yang mendorongnya mulai menulis lagu sejak usia 12 tahun. Dukungan keluarga juga menjadi faktor penting, termasuk dorongan dari ayahnya serta motivasi dari sang kakak yang lebih dulu mengikuti The Voice Kids Indonesia pada 2016.
Melalui Too Late to Hold On, Lysa mengangkat tema kehilangan yang dekat dengan pengalaman banyak orang. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang dihantui rasa hampa dan penyesalan setelah kehilangan orang yang dicintainya, termasuk penyesalan atas kesalahan-kesalahan yang terjadi sebelum orang tersebut pergi untuk selamanya.
Nuansa ballad yang menjadi ciri khas Lysa terasa kuat dalam lagu ini. Ia mengaku terinspirasi oleh karya-karya Calum Scott, penyanyi yang dikenal lewat lagu-lagu emosional.
Single Too Late to Hold On dirilis pada 16 April 2026 bersamaan dengan video musik yang diproduksi bersama tim kreatif di Kota Malang. Lysa menyebut lagu tersebut mendapat respons positif sejak dirilis, termasuk capaian lebih dari 10 ribu stream dalam satu bulan, yang menurutnya terbantu oleh promosi melalui media sosial.
Bagi Lysa, bermusik bukan semata mengejar popularitas. Ia berharap karya-karyanya dapat menjadi inspirasi, khususnya bagi generasi muda yang memiliki mimpi di bidang musik.
“Tujuan saya berkarier di musik adalah untuk kemuliaan Tuhan dan semoga bisa menginspirasi generasi musisi berikutnya, seperti para penyanyi yang dulu menginspirasi saya saat masih kecil,” ujarnya.
Ke depan, Lysa berencana terus menulis dan merilis lagu baru. Ia juga berharap suatu saat dapat merilis album penuh dengan materi yang seluruhnya ditulis sendiri, sekaligus membuka peluang bekerja sama dengan label rekaman yang sejalan dengan visinya. Setelah Too Late to Hold On, ia mengaku telah menyiapkan single berikutnya yang kembali menampilkan perannya sebagai penyanyi sekaligus penulis lagu.