Palembang akan memiliki pelabuhan baru bernama New Palembang Port yang berlokasi di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan. Seremoni peluncuran proyek (project launching) telah dilakukan oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Pemerintah Daerah Sumatra Selatan di Tanjung Carat pada Rabu (9/4/2026).
Peluncuran tersebut menandai kesiapan pembangunan Pelabuhan Palembang Baru yang diproyeksikan menjadi tonggak penguatan konektivitas dan sistem logistik nasional, khususnya di wilayah Sumatra bagian selatan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan proyek ini memiliki posisi penting dalam agenda pembangunan nasional, terutama untuk meningkatkan efisiensi logistik dan daya saing ekonomi Indonesia di tingkat global. Ia menilai Sumatra Selatan merupakan salah satu simpul perekonomian nasional dengan kekayaan sumber daya alam, seperti batu bara, kelapa sawit, dan karet, yang membutuhkan dukungan infrastruktur logistik andal agar distribusi berjalan lancar dan bernilai tambah.
“Oleh karena itu, pembangunan pelabuhan ini merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan logistik yang semakin meningkat. Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi barang dan memperkuat daya saing ekonomi nasional,” kata Dudy.
Saat ini, pelayanan logistik di kawasan Sumatra Selatan masih bertumpu pada Pelabuhan Boom Baru yang disebut memiliki sejumlah keterbatasan, antara lain kapasitas lahan yang minim dan kedalaman alur pelayaran yang tidak lagi memadai untuk kapal besar. Selain itu, arus lalu lintas kendaraan bertonase besar dari dan menuju pelabuhan dinilai menimbulkan kemacetan serta meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas.
Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat disebut sebagai solusi atas keterbatasan tersebut. Pelabuhan ini dirancang menjadi simpul logistik baru yang modern dan terintegrasi dengan jaringan transportasi lainnya.
Peluncuran proyek ini juga merupakan tindak lanjut dari penyerahan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) seluas 59,5 hektare oleh Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan kepada Kementerian Perhubungan. Pada kesempatan yang sama, turut disepakati rencana hibah area Mozaik 5 dan Mozaik 6 kepada Kementerian Perhubungan untuk digunakan sebagai area pendukung Pelabuhan Palembang Baru.
Dudy menekankan pembangunan pelabuhan perlu dikawal bersama agar berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat manfaat. Ia menyebut keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari penyelesaian fisik, tetapi juga dari kemampuan pelabuhan untuk beroperasi optimal, terintegrasi dengan moda transportasi lain, serta memberi dampak nyata terhadap kelancaran arus barang dan pertumbuhan ekonomi wilayah.
Menhub juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan menjaga sinergi agar pembangunan pelabuhan berjalan sesuai perencanaan dan memenuhi standar keselamatan.