BERITA TERKINI
Pekan Musik Internasional Hue 2026 Hadirkan Panggung Terbuka di Tepi Sungai Perfume

Pekan Musik Internasional Hue 2026 Hadirkan Panggung Terbuka di Tepi Sungai Perfume

Pekan Musik Internasional Hue 2026 akan digelar pada 13–18 Juni dengan panggung terbuka di tepi Sungai Perfume. Selama enam hari, area tersebut menjadi ruang pertemuan seniman dari Prancis, Spanyol, Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Vietnam, dalam format yang menekankan kedekatan dengan publik.

Direktur Pusat Konservasi Peninggalan Kota Kekaisaran Hue sekaligus Wakil Ketua Komite Tetap Panitia Penyelenggara Festival Hue 2026, Hoang Viet Trung, mengatakan program tahun ini lebih berorientasi pada masyarakat dengan menempatkan penonton sebagai pusat pengalaman budaya. Menurutnya, ruang terbuka di sepanjang Sungai Perfume diharapkan menciptakan suasana yang lebih intim, berwarna, dan interaktif, sehingga pengunjung tidak hanya menonton pertunjukan, tetapi juga merasakan atmosfer festival.

Selama ini, Festival Hue kerap lekat dengan program tradisional yang dipentaskan di dalam Benteng Kekaisaran atau Lapangan Ngo Mon, dengan penekanan kuat pada ritual. Identitas tersebut dinilai khas, namun dapat terasa kurang menarik bagi penonton yang lebih muda. Trung menyebut, jika pola “pesta artistik” yang sama diulang dari tahun ke tahun, rasa familiar dapat berujung pada kekecewaan. Karena itu, Festival Hue 2026 memilih pendekatan yang mendekatkan musik kepada masyarakat melalui panggung terbuka gratis di tepi sungai.

Dengan format tanpa penjualan tiket dan tanpa batasan ruang pandang, publik dapat datang kapan saja untuk menikmati pertunjukan, berjalan-jalan, dan merasakan kehidupan malam Hue. Trung menekankan bahwa selain program seni, suasana meriah, semangat kota, dan pengalaman pengunjung menjadi bagian penting dari rancangan festival.

Susunan penampil dirancang beragam, mulai dari flamenco Las Migas—band Spanyol pemenang dua Latin Grammy—hingga indie pop Prancis dari duo Ojos dan K-pop modern dari Korea Selatan. Las Migas disebut sebagai salah satu penampilan yang patut dinantikan, dengan perpaduan gitar Mediterania dan musik yang penuh gairah. Dari Jepang, penyanyi Kawanishi Natsuki dijadwalkan membawakan balada piano yang dikenal luas di TikTok dan platform media sosial Asia lainnya.

Nama-nama yang dinilai dekat dengan penonton muda juga hadir, seperti My Anh, Matthew Ifield, dan penyanyi MONO. Penyelenggara menyatakan pemilihan artis tahun ini tidak lagi sekadar memenuhi “kriteria yang dibutuhkan”, melainkan memprioritaskan kualitas artistik, performa panggung, serta kemampuan membangun koneksi dengan publik. Trung menambahkan, kualitas karya, tata suara dan pencahayaan, serta karisma penampil menjadi penekanan agar festival dapat tampil lebih muda dan membangkitkan semangat penonton.

Meski mengusung inovasi, Festival Hue 2026 disebut tetap berpusat pada warisan budaya ibu kota kuno Hue. Program juga menampilkan Teater Seni Tradisional Kerajaan Hue, kelompok seni tradisional Korea, serta malam musik Trinh Cong Son dengan penampilan Cam Van, Duc Tuan, Vo Ha Tram, Quoc Thien, Bui Lan Huong, saksofonis Tran Manh Tuan, dan lainnya. Perbedaannya, unsur warisan budaya tidak lagi berdiri sendiri dalam suasana formal, melainkan ditempatkan berdampingan dengan genre seperti hip-hop, K-pop, indie pop, dan R&B dalam lanskap festival yang sama.

Pertunjukan dijadwalkan mulai pukul 20.00 setiap hari. Malam pembukaan pada 13 Juni akan menampilkan Kawanishi Natsuki, grup K-Culture Friends di Chungnam, serta Teater Seni Tradisional Istana Kerajaan Hue. Sementara malam penutupan pada 18 Juni disebut diharapkan berlangsung “spektakuler”, dengan partisipasi penyanyi Nguyen Dinh Tuan Dung dan MONO, bersama rangkaian pertunjukan yang berorientasi muda.

Dalam konferensi pers pengumuman Pekan Musik Internasional Hue 2026 pada 25 Mei, Wakil Ketua Komite Rakyat Kota Hue sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara Festival Hue 2026, Tran Huu Thuy Giang, menyampaikan bahwa sebagian besar pendanaan program tahun ini bersumber dari kontribusi sosial. Skema ini, menurutnya, membuat penyelenggaraan lebih fleksibel dan mengurangi tekanan anggaran. Giang juga menyebut MONO bersedia tampil karena rasa sayang kepada Hue dan tidak menerima bayaran.

Rangkaian agenda di tepi Sungai Perfume ini menjadi penanda arah baru Festival Hue 2026: memperluas akses publik melalui panggung terbuka, sembari memadukan warisan budaya dengan ragam musik kontemporer.