New York Fashion Week (NYFW) kembali menjadi sorotan dunia mode lewat rangkaian peragaan koleksi Spring/Summer 2026 yang digelar pada 11–16 September 2025. Selama hampir sepekan, lebih dari 60 pertunjukan menghadirkan karya dari rumah mode besar, label independen, hingga deretan desainer baru.
Dalam kalender resmi yang digagas Council of Fashion Designers of America (CFDA), NYFW menempati posisi pembuka rangkaian fashion week dunia. Sejumlah pertunjukan utama berlangsung di berbagai lokasi di New York. Di luar jadwal resmi, rangkaian show off-schedule juga memberi ruang bagi label baru untuk tampil dengan pendekatan yang lebih eksperimental.
Tahun ini, NYFW tidak hanya menampilkan arah tren terbaru, tetapi juga menjadi ruang eksplorasi identitas, budaya, dan isu sosial yang relevan. Beberapa rumah mode ternama mencuri perhatian melalui tema dan pendekatan desain yang berbeda.
Michael Kors membuka pekan mode dengan koleksi bertajuk Earthy Elegance. Potongan longgar, kaftan, hingga suit ringan tampil dengan palet warna bumi seperti cokelat, krem, dan putih. Aksen kuning serta pink cerah muncul sebagai kontras yang memberi kesan segar.
Christian Siriano menghadirkan nuansa glamor Hollywood klasik yang merujuk pada gaya Marlene Dietrich. Gaun bubble-hem, suit hitam-putih, dan topi tinggi mengawali pertunjukan sebelum bertransisi ke warna-warna mencolok yang lebih teatrikal. Peragaan ini juga menegaskan konsistensi Siriano dalam menampilkan koleksi inklusif dengan model dari beragam usia dan ukuran tubuh.
Sergio Hudson menegaskan kekuatannya pada tailoring melalui deretan jas, blazer, dan siluet tegas. Inspirasi tribal Afrika hadir lewat motif zebra dan cheetah, dipadukan dengan aksesori emas berukuran besar. Koleksi tersebut disebut sebagai “reset” sekaligus pembaruan dalam gaya Hudson.
Calvin Klein, di bawah arahan kreatif Veronica Leoni, menampilkan koleksi yang menghidupkan kembali minimalisme ikonis 1990-an. Siluet bersih, layering tipis, dan detail underwear bermotif menjadi penanda utama. Palet netral mendominasi, menonjolkan kesan intim sekaligus kuat melalui desain yang sederhana namun tetap memberi pernyataan. Koleksi ini menjadi sorotan karena memadukan nostalgia dengan relevansi mode masa kini.
NYFW SS26 juga diramaikan debut dan kemunculan sejumlah nama baru. Salah satu yang paling dinantikan adalah Rachel Scott sebagai direktur kreatif baru Proenza Schouler, yang memperkenalkan arah desain lebih rapi dan terstruktur. Sementara itu, label Diotima memilih pendekatan berbeda dengan koleksi yang lebih bebas dan edgy.
Label Lii besutan Zane Li untuk pertama kalinya melangkah ke runway penuh setelah sebelumnya hadir dalam format presentasi. Nama-nama lain seperti Ashlyn Park, Meruert Tolegen, Gabe Gordon, Timothy Gibbons, dan Bach Mai turut menambah warna baru di panggung mode New York.
Di luar sisi estetika, sejumlah peragaan membawa narasi budaya dan politik. Alexis Bittar, misalnya, menampilkan pertunjukan bertema “Miss USA 1991: a Dream Sequence” yang menyelipkan komentar terhadap undang-undang anti-trans. Peragaan ini juga menjadi perhatian media setelah Vivian Wilson, anak Elon Musk, melakukan debut runway dalam show tersebut.
Rangkaian Spring/Summer 2026 menegaskan NYFW sebagai barometer tren global sekaligus ruang yang merekam dinamika budaya populer. Perpaduan kembalinya nama besar, hadirnya desainer pendatang baru, dan isu sosial yang diangkat dalam presentasi busana membuat NYFW tampil bukan sekadar pekan mode, melainkan cermin perkembangan identitas dan wacana di ranah publik.

