Kedisiplinan pasukan pengibar bendera (paskibra) tidak hanya terlihat dari barisan yang rapi di bawah terik matahari. Bagi Nazwa Amelia Rahma, kegiatan ini menjadi proses pembentukan mental yang membawa perubahan besar dalam hidupnya.
Siswi SMKN 2 Tuban asal Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang, itu mengaku awalnya mengikuti paskibra karena dorongan orang tua. Pada mulanya ia tidak tertarik, namun keinginan orang tua agar dirinya lebih disiplin justru menjadi pintu masuk yang membuatnya menemukan jati diri sekaligus mengembangkan karakter.
“Awalnya memang disuruh orang tua supaya lebih disiplin. Tapi seiring waktu, aku malah jadi cinta banget sama dunia ini. Akhirnya berlanjut dari SMP sampai sekarang di SMK,” ujar Nazwa.
Dalam perjalanannya, Nazwa menghadapi tantangan untuk menjaga konsistensi di tengah jadwal latihan yang menguras energi. Ia menilai kekuatan fisik saja tidak cukup tanpa ketahanan mental. Menjaga fokus saat tubuh lelah menjadi ujian tersendiri, yang kemudian mengajarkannya tentang ketekunan dan kedisiplinan.
Upaya tersebut berbuah hasil. Nazwa berhasil meraih juara dalam ajang lomba paskibra, yang hingga kini ia anggap sebagai salah satu pencapaian paling membanggakan. Meski begitu, ia menekankan bahwa nilai yang didapat tidak semata soal trofi.
Menurutnya, paskibra mengubah cara pandangnya terhadap waktu, tanggung jawab, dan kerja sama tim. “Perubahan terbesar dalam diriku adalah mental yang jadi lebih kuat. Aku sekarang lebih percaya diri, tidak gampang menyerah, dan sangat menghargai kerja sama tim. Di sini kita belajar bahwa satu orang saja tidak fokus, maka seluruh formasi akan goyah,” kata alumni SMPN 6 Tuban itu.