Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) 2026 mulai digelar di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta. Forum tertinggi organisasi pencak silat nasional ini dipastikan dihadiri perwakilan dari 38 provinsi.
Sekretaris Panitia Pengarah (SC) Munas IPSI 2026, H.R. Bayu Syahjohan, mengatakan pramunas membahas sejumlah agenda strategis, termasuk perubahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (ADART) serta kebijakan organisasi ke depan. “Pramunas ini menjadi forum untuk menyelesaikan berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan Munas IPSI tahun ini. Kami membahas perubahan ADART serta merumuskan kebijakan strategis organisasi untuk arah pengembangan pencak silat ke depan,” ujar Bayu usai pembukaan Munas, Jumat, 10 April 2026.
Menurut Bayu, forum tersebut juga menjadi ruang diskusi untuk menyatukan pandangan terkait arah organisasi. Para peserta diberi kesempatan menyampaikan masukan agar keputusan yang dihasilkan dinilai terbaik bagi perkembangan pencak silat nasional.
Ia menambahkan, pengambilan keputusan dalam Munas diupayakan melalui musyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama antarpeserta dari seluruh provinsi. Bayu, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Munas IPSI 2026, menilai forum ini penting untuk memperkuat organisasi pencak silat secara nasional dan berkelanjutan.
Bayu juga menekankan pentingnya menjaga suasana kondusif selama Munas berlangsung hingga seluruh agenda selesai dibahas. Setiap keputusan diharapkan dapat diterima semua pihak demi menjaga soliditas organisasi ke depan.
Agenda Munas dijadwalkan mencapai puncaknya pada seremoni pembukaan resmi yang direncanakan dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto selaku Ketua Umum PB IPSI. Munas IPSI 2026 telah dimulai sejak 9 April dan direncanakan berlangsung hingga 12 April 2026.