BERITA TERKINI
Mengenal OSD HMT ITB, Tradisi Musik Mahasiswa Tambang di Tengah Polemik Lagu “Erika”

Mengenal OSD HMT ITB, Tradisi Musik Mahasiswa Tambang di Tengah Polemik Lagu “Erika”

Viralnya lagu berjudul “Erika” yang dibawakan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) memicu kontroversi di ruang publik. Lagu tersebut menuai kritik karena liriknya dinilai tidak pantas, vulgar, dan mengandung unsur pelecehan terhadap perempuan.

Seiring meluasnya perbincangan, istilah OSD HMT ITB ikut menjadi sorotan. Banyak pihak mempertanyakan apa itu OSD HMT ITB serta kaitannya dengan lagu “Erika” yang kembali beredar di media sosial.

OSD HMT ITB merupakan singkatan dari Orkes Semi Dangdut Himpunan Mahasiswa Tambang Institut Teknologi Bandung. Unit ini berada di bawah naungan Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) ITB dan dikenal sebagai wadah kegiatan seni musik di lingkungan mahasiswa teknik pertambangan.

Secara historis, OSD disebut telah ada sejak sekitar tahun 1970-an dan menjadi bagian dari tradisi kegiatan mahasiswa di jurusan tersebut. OSD mengusung genre semi dangdut dengan sentuhan humor, satire, serta tema-tema yang dekat dengan kehidupan mahasiswa, seperti dinamika kampus dan percintaan. Sejumlah lagu yang dikaitkan dengan OSD antara lain “Anissa”, “25 Karat”, dan “Erika”.

Lagu “Erika” sendiri disebut bukan karya baru. Berdasarkan informasi yang beredar, lagu ini diciptakan sekitar era 1980-an sebagai bagian dari karya OSD HMT ITB. Namun, lagu itu kembali menjadi perhatian setelah video penampilannya tersebar di media sosial, memperlihatkan sejumlah mahasiswa menyanyikannya dalam sebuah acara kampus.

Kontroversi muncul karena sebagian lirik dianggap merendahkan perempuan dan tidak sesuai dengan norma kesusilaan serta sensitivitas sosial saat ini. Perbincangan publik semakin menguat karena terjadi di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu pelecehan seksual di lingkungan kampus, sehingga memunculkan pertanyaan tentang budaya organisasi mahasiswa di institusi pendidikan tinggi.

Menanggapi polemik tersebut, HMT ITB menyampaikan klarifikasi resmi dan permohonan maaf kepada masyarakat atas keresahan yang timbul akibat beredarnya lagu “Erika”. HMT ITB juga mengakui adanya kelalaian karena menampilkan lagu lama tanpa mempertimbangkan perkembangan norma sosial.

Dalam pernyataannya, HMT ITB menyebut telah mengambil sejumlah langkah, termasuk menarik dan menghapus seluruh konten terkait lagu “Erika” dari platform resmi, melakukan evaluasi internal terhadap kegiatan organisasi, serta meninjau kembali standar dan pedoman konten agar selaras dengan nilai etika dan akademik. HMT ITB menegaskan konten dalam lagu tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang dijunjung organisasi maupun institusi pendidikan.

ITB juga memberikan klarifikasi terkait kasus ini. Pihak kampus menegaskan tidak mentoleransi konten yang mengandung unsur pelecehan atau merendahkan pihak tertentu. ITB menyatakan akan melakukan pembinaan serta pengawasan lebih ketat terhadap kegiatan kemahasiswaan sebagai bagian dari komitmen menjaga nilai akademik, etika, dan budaya yang sehat di lingkungan kampus.