Meme kerap dipahami masyarakat Indonesia sebagai gambar lucu. Namun, dalam pengertian yang lebih luas, meme dapat dipandang sebagai ungkapan emosi atau maksud tertentu yang disampaikan melalui tulisan, gambar, atau video, disertai visual yang mewakili pesan tertentu.
Konsep meme disebut diciptakan dan dipopulerkan oleh Richard Dawkins. Istilah ini dikaitkan dengan kata “mime” dan “mimic” yang menggambarkan gagasan budaya yang menyebar dari satu orang ke orang lain, dengan cara yang dianalogikan mirip dengan pandangan tentang gen dalam ilmu biologi.
Internet dan perkembangan meme di Indonesia
Internet menjadi faktor utama yang mendorong perkembangan meme di Indonesia. Kemudahan mengakses dan berbagi konten membuat meme berkembang menjadi salah satu cara berkomunikasi di era digital. Selain berfungsi sebagai hiburan, meme juga dinilai mampu memberi pengaruh besar dalam dinamika budaya. Mengacu pada Shifman, meme dipahami sebagai gagasan yang menyebar dalam budaya.
Awal popularitas meme di Indonesia
Waktu kemunculan meme di Indonesia tidak dapat dipastikan secara tegas. Namun, sejumlah catatan menyebut fenomena ini tumbuh seiring perkembangan internet.
Sandy Allifiansyah dalam Jurnal Ilmu Komunikasi (2016:154) menyebut istilah meme populer di Indonesia sejak kemunculannya pada situs yeahmahasiswa.com pada 2009. Situs tersebut menampilkan meme berupa parodi dan sindiran kehidupan sehari-hari mahasiswa, seperti skripsi, tugas akhir, hingga indeks prestasi kumulatif.
Seiring waktu, meme berkembang ke topik yang lebih luas. Pengguna internet mereplikasi dan memodifikasi meme dalam berbagai variasi, termasuk membahas isu-isu seperti politik kontemporer. Penyebarannya pun meluas melalui jejaring sosial dan berbagai situs di internet.
Ada pula pendapat lain yang menyebut meme mulai masuk dan populer sekitar 2013 melalui fanspage Facebook seperti memecomicIndonesia. Pada fase awal ini, konten yang tampil antara lain ragecomic dan meme murni. Ragecomic merujuk pada meme berbentuk komik, sedangkan meme murni berupa gambar nonkomik yang disertai kata-kata lucu.
Fungsi meme: hiburan, kreativitas, hingga wacana
Di Indonesia, meme yang paling sering dicari umumnya bersifat lucu dan menghibur. Meme dinilai dapat membantu mengurangi kejenuhan atau beban pikiran karena menghadirkan cerita yang membuat orang terhibur dan suasana hati membaik.
Di sisi lain, meme juga disebut dapat melatih kreativitas melalui proses mengembangkan imajinasi saat membuat konten. Bentuk komunikasi ini juga dapat mendorong orang menjadi lebih jeli dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Materi meme tidak hanya memanfaatkan tokoh masyarakat atau karakter animasi, tetapi juga memanfaatkan kata-kata yang sempat viral, seperti “Kids Jaman Now”, “Terciduk”, dan “Generasi Micin”.
Meski kerap diasosiasikan dengan candaan, tidak semua meme mengandung unsur negatif. Ada meme yang bersifat memotivasi atau memberikan pengetahuan, termasuk terkait dunia politik, meski disertai humor. Sikap dan cara menyikapi meme disebut menjadi faktor penting dalam menilai dampaknya.
Pentingnya format dan konteks dalam pembuatan meme
Pembuatan meme juga dinilai tidak bisa dilakukan sembarangan. Salah satu aspek yang perlu dicermati adalah penggunaan format meme. Format dianggap penting karena tidak muncul secara acak, melainkan biasanya lahir dari peristiwa atau konteks tertentu yang kemudian populer di internet. Format itu lalu digunakan untuk menggambarkan situasi lain yang dianggap relevan, baik dalam bentuk foto, video, maupun musik.
Pemahaman terhadap format dinilai membantu memastikan konteks meme tersampaikan dan tidak disalahgunakan (missused) oleh penikmat meme.
Tantangan: missused format dan dinamika komunitas
Dalam praktiknya, penggunaan format meme di Indonesia disebut masih sering kurang diperhatikan. Sebagian orang lebih menekankan pada aspek “yang penting jadi” dan lucu, sehingga format yang dipakai tidak selalu sesuai. Kondisi ini disebut masih mudah ditemukan di berbagai platform media sosial seperti Instagram, Facebook, hingga TikTok.
Di sisi lain, disebut sudah ada orang-orang yang dapat dijadikan contoh dalam penggunaan format meme yang tepat. Namun, sebagian dari mereka justru dicemooh dengan sebutan elitis. Situasi ini dinilai dapat membentuk citra buruk komunitas meme di mata orang awam, terutama ketika masukan tidak diterima dan muncul sikap yang dianggap toxic. Fenomena tersebut disebut banyak ditemukan, salah satunya di media sosial Facebook.
- Meme dipahami bukan sekadar gambar lucu, tetapi medium penyampai gagasan dan emosi.
- Internet berperan besar dalam pertumbuhan meme sebagai budaya dan cara berkomunikasi.
- Format meme dan konteks dinilai penting agar pesan tidak keliru dipahami.

